RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya memastikan bahwa kebijakan penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar tidak akan mematikan mata pencaharian para pedagang kaki lima (PKL). Sebaliknya, pihak pengelola pasar telah menyiapkan ruang relokasi yang jauh lebih representatif dan tertata.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menegaskan bahwa proses sosialisasi dan pemberian Surat Peringatan (SP) kepada pedagang di wilayah Rotterdam sudah berjalan hampir dua minggu. Langkah ini dilakukan secara humanis oleh pihak kecamatan sebelum penertiban dan pemberian SP3 dieksekusi.
"Kami dari Perumda Pasar pada prinsipnya bertugas mempersiapkan tempat relokasi pasca-penertiban. Artinya, pedagang ini tidak dilarang berjualan, melainkan dipindahkan ke ruang yang lebih layak dan tertata," ujar Ali Gauli Arief saat ditemui di ruang kerjanya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Ambil Alih Pengelolaan Pasar Butung
Secara spesifik, pihak Perumda Pasar membidik Pasar Kampung Baru sebagai lokasi baru bagi para pedagang kelapa yang terdampak penataan di kawasan ikonik Fort Rotterdam. Berdasarkan data, terdapat 18 pedagang kelapa yang terdata untuk direlokasi.
"Kami tidak hanya memindahkan, tapi memfasilitasi. Kami sudah siapkan 20 los khusus yang sangat representatif di bagian depan, pinggir kanan, dan pinggir kiri Pasar Kampung Baru," tambah Ali Gauli.
Konsep Estetis dan Sistem Cicilan
Baca Juga : Perumda Pasar Makassar Raya Akan Ambil Alih Los dan Ruko Tak Produktif
Untuk menunjang kenyamanan, lokasi baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas tenda kerucut yang seragam serta tempat penampungan kelapa berbahan besi yang kokoh dan rapi sehingga estetika pasar tetap terjaga.
Terkait biaya pengadaan fasilitas ini, Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar, Rusli Patara, menjelaskan bahwa pedagang akan diberikan kelonggaran melalui sistem pembayaran mandiri yang dapat dicicil setelah menyetor uang muka (DP).
"Semua disiapkan agar seragam dan rapi, tidak ada lagi kesan semrawut karena menggunakan kayu seadanya. Fasilitas ini nantinya bisa dicicil oleh pedagang agar tidak memberatkan modal awal mereka," ungkap Rusli Patara.
Tidak sampai di situ, Perumda Pasar juga tengah mendesain Pasar Kampung Baru menjadi pusat Kuliner Malam yang terintegrasi. Konsep ini nantinya akan menampung para pedagang kaki lima dari wilayah Pantai Losari dengan jam operasional yang tertata: pedagang kelapa mulai pukul 12.00 WITA hingga malam, sementara pasar kuliner malam beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.
TAG
- #Perumda Pasar Makassar Raya
- #Ali Gauli Arief
- #Rusli Patara
- #Pasar Kampung Baru
- #Relokasi Pedagang Kelapa
- #Fort Rotterdam
- #Penataan PKL Makassar
- #Berita Makassar Hari Ini