RAKYATKU.COM,LUWU — Komitmen PT Pegadaian dalam menyeimbangkan performa bisnis dengan tanggung jawab sosial kemanusiaan kembali diwujudkan lewat aksi nyata di lapangan. Melalui PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku terkhusus unit kerja PT Pegadaian Area Palopo, perusahaan resmi menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Gold Generation - Berbagi Senyum dan Semangat Belajar untuk Generasi Emas".
Aksi kepedulian yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) ini didaratkan langsung di Madrasah Ibtidaiyah (MI) 25 Lamasi Pantai, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu. Kehadiran tim Pegadaian di wilayah pesisir ini membawa misi besar: mendukung fasilitas belajar mengajar sekaligus menginjeksikan literasi keuangan jangka panjang kepada para orang tua siswa dan tenaga pendidik.
Sokong Tahun Ajaran Baru: 200 Paket Perlengkapan Sekolah Disalurkan
Baca Juga : Atasi Krisis Anggaran Pendidikan, HMI dan DPRD Makassar Desak Walikota Segera Bentuk Dewan CSR
Kegiatan CSR ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang diamanatkan di tujuh wilayah kerja Area PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, di mana Area Palopo mendapatkan kesempatan strategis untuk mengeksekusinya di Kabupaten Luwu.
Dalam interaksi humanis tersebut, Pegadaian menyalurkan bantuan berupa bingkisan perlengkapan sekolah sebanyak 200 unit tas beserta isinya. Bantuan ini didistribusikan secara khusus kepada seluruh siswa-siswi Kelas 1, 2, dan 3 MI 25 Lamasi Pantai.
"Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan belajar dan menjadi stimulan penyemangat bagi para siswa dalam menimba ilmu, terutama dalam menghadapi Tahun Ajaran Baru 2026/2027 mendatang," ujar Kepala Departemen Gadai PT Pegadaian, Wahyudi, yang hadir mewakili Pemimpin Wilayah PT Pegadaian SulSelBarRa Maluku, Pratikno, dan Deputi Bisnis Area Palopo.
Baca Juga : Pegadaian Makassar Sukses Daratkan Aplikasi ‘Tring!’ Lewat Event Tring It Up
Wahyudi menegaskan bahwa program Pegadaian Peduli ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen perusahaan, di mana sebagian laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan dikembalikan secara langsung untuk kemaslahatan masyarakat sekitar, bukan sekadar berfokus pada pencapaian angka finansial semata.
Edukasi Finansial: Amankan Biaya Pendidikan Anak Melalui Tabungan Emas
Tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik, momentum ini dimanfaatkan secara cerdas oleh Pegadaian untuk membedah urgensi perencanaan keuangan keluarga. Di hadapan para guru dan orang tua murid, manajemen Pegadaian menguraikan pentingnya menyiapkan biaya pendidikan anak sejak dini menggunakan instrumen investasi yang kebal terhadap gerusan inflasi, yakni emas.
Baca Juga : Dominasi Regional: PT Pegadaian Sabet Gelar ‘Best Company to Work For in Asia’ untuk Kedelapan Kalinya
Wahyudi memberikan simulasi riil mengenai pertumbuhan nilai emas yang sangat signifikan dari tahun ke tahun.
Komparasi Nilai: Jika pada tahun 2004 harga emas masih berada di kisaran Rp100 ribuan per gram, maka pada tahun 2026 harian harganya sudah melesat menyentuh angka Rp2,8 jutaan.
Aset Lindung Nilai: Karakteristik harga emas yang cenderung naik dalam jangka panjang menjadikan komoditas ini sangat ideal sebagai wadah simpanan dana pendidikan untuk jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
Baca Juga : Pegadaian Salurkan Sedekah Hewani Iduladha, Perkuat Peran Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Akselerasi Digital: Sosialisasi Aplikasi ‘Tring! by Pegadaian’ secara Gratis
Guna mempermudah akses masyarakat perdesaan terhadap sistem keuangan modern, tim Marketing and Sales Plan PT Pegadaian Area Palopo, Muhammad Adnan Aprianto, turut mengedukasi warga mengenai kemudahan menabung emas.
Masyarakat dan guru MI 25 Lamasi Pantai yang belum memiliki akun investasi diberikan fasilitas registrasi gratis tanpa dipungut biaya administrasi melalui jalur digital.
"Jika pembukaan tabungan emas lewat outlet konvensional itu dikenakan biaya Rp40 ribu, maka melalui aplikasi TRING! by Pegadaian prosesnya sepenuhnya gratis. Menabung di Pegadaian juga sangat fleksibel, bebas nominal berapa saja, mulai dari Rp10 ribu atau Rp20 ribu sesuai kelebihan rezeki bapak dan ibu," urai Wahyudi di hadapan para orang tua siswa.
Apresiasi dari Otoritas Desa dan Pihak Sekolah
Langkah taktis Pegadaian ini mendapat respons positif dan apresiasi mendalam dari otoritas setempat. Kepala Desa Lamasi Pantai sekaligus Ketua Yayasan Ar-Ridha, Mawardi Hermawan, menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya sekolah mereka sebagai penerima manfaat. Ia berharap kolaborasi berkelanjutan ini dapat terus berjalan secara konsisten di masa depan dengan menyasar kelas yang lebih tinggi atau program pemberdayaan lainnya.
Rasa syukur senada juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah MI 25 Lamasi Pantai, Rahman, S.Pd Gr. Dirinya menilai, kehadiran salah satu BUMN besar di sekolah yang terletak cukup jauh dari pusat kota ini merupakan bukti bahwa sektor usaha memiliki kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan daerah.
"Ini menandakan kalau sekolah kita bisa dikenal di masyarakat dan instansi. Kepedulian dari sektor usaha seperti ini sangat penting agar nantinya dapat tercipta generasi emas yang kita cita-citakan bersama," pungkas Rahman.
TAG
- #PT Pegadaian
- #Gold Generation
- #csr
- #luwu
- #Pegadaian Area Palopo
- #MI 25 Lamasi Pantai
- #Tabungan emas
- #Tring! by Pegadaian
- #Investasi Pendidikan