RAKYATKU.COM, BITUNG – Pemberdayaan masyarakat tidak lagi cukup dilakukan melalui bantuan sesaat. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebutuhan dunia kerja, penguatan keterampilan produktif menjadi kunci agar masyarakat mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Berangkat dari semangat tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dengan membekali kelompok binaan Rumah Anak Pesisir (RASI) melalui pelatihan usaha kreatif yang berorientasi pada peluang ekonomi nyata.
Melalui kegiatan bertajuk Pelatihan Usaha Kreatif Pengajar RASI: Kreasi Kerajinan Dekorasi Acara dan Pesta, Pertamina tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem kewirausahaan baru di lingkungan masyarakat pesisir.
Baca Juga : Pegadaian Tanam Investasi Masa Depan Lewat Program Gold Generation di Gowa
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Pertamina Patra Niaga IT Bitung itu diikuti delapan pengajar Rumah Anak Pesisir dan menghadirkan praktisi dekorasi profesional dari Wyvonca, yakni Erny Pelafu dan Marchel. Peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari konsep dasar estetika dekorasi, teknik penataan ruang, pemilihan material, hingga praktik langsung membuat berbagai elemen dekorasi yang memiliki nilai jual tinggi di pasar jasa event dan perayaan.
Dalam sesi praktik, peserta mempelajari pembuatan panel dekorasi, gerbang balon, dekorasi dua lapis, ornamen berbahan styrofoam, hingga berbagai kreasi yang dapat dikembangkan menjadi jasa dekorasi mandiri maupun usaha kelompok.
Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Arman Prastiono, mengatakan bahwa program pemberdayaan saat ini harus mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat secara konkret.
Menurutnya, keterampilan kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sumber pendapatan baru karena permintaan terhadap jasa dekorasi acara terus meningkat di berbagai daerah.
“Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang tumbuh bagi kelompok binaan agar memiliki keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat memberi dampak ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan program Rumah Anak Pesisir,” ujarnya.
Lebih jauh, pelatihan tersebut merupakan bagian dari transformasi Rumah Anak Pesisir yang selama ini dikenal sebagai ruang pembinaan sosial dan pendidikan bagi anak-anak pesisir. Kini, program tersebut mulai diperluas menjadi wadah penguatan kapasitas masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
Baca Juga : Telkomsel Salurkan 590 Hewan Kurban, Jangkau 40 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
Community Development Officer Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Shafira Zulfa Ramadhani, menjelaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang dilatih, tetapi juga dari perubahan pola pikir dan keberanian masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
“Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun pola pikir produktif, menumbuhkan keberanian untuk memulai usaha, serta memperkuat semangat kolaborasi secara kreatif di lingkungan kelompok binaan,” katanya.
Program ini juga mencerminkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang diusung Pertamina melalui implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas masyarakat, pelatihan tersebut turut membuka peluang ekonomi baru yang berpotensi mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan pesisir.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 110 Sapi dan 50 Kambing Kurban di Momentum Iduladha
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus mampu menghasilkan dampak jangka panjang yang dapat dirasakan langsung oleh kelompok binaan.
“Pertamina terus mendorong program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh lebih mandiri dan produktif. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir lebih banyak inisiatif usaha kreatif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Lilik.
Di tengah pertumbuhan industri kreatif yang terus berkembang di Indonesia, keterampilan dekorasi acara dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Selain membutuhkan modal yang relatif terjangkau, sektor ini juga memiliki peluang pasar yang luas, mulai dari pesta keluarga, kegiatan komunitas, acara sekolah, hingga kegiatan korporasi.
Baca Juga : Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi hingga Ratusan Miliar Rupiah
Karena itu, pelatihan yang diberikan Pertamina tidak hanya menjadi sarana transfer keterampilan, tetapi juga langkah strategis untuk menyiapkan masyarakat pesisir agar mampu mengambil bagian dalam ekonomi kreatif yang terus bertumbuh.
Melalui program ini, Rumah Anak Pesisir Bitung diharapkan berkembang menjadi lebih dari sekadar pusat pembinaan sosial. Ia diproyeksikan menjadi ruang lahirnya pelaku usaha kreatif baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
TAG
- #Pertamina Patra Niaga
- #Bitung
- #csr
- #pemberdayaan masyarakat
- #Rumah Anak Pesisir
- #Ekonomi Kreatif
- #sulawesi utara
- #ESG
- #umkm
- #Pendidikan dan Pelatihan