Jumat, 29 Mei 2026 15:39
Mewakili manajemen KALLA, Ali Imran selaku CSR & HSE Senior Analyst menerima penghargaan dalam ajang Top CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh TopBusiness di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Komitmen KALLA dalam membangun masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam ajang Top CSR Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, KALLA berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Top CSR Awards 2026 #Star 4 dan Top Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada CEO KALLA, Solihin Jusuf Kalla.

 

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan KALLA tidak hanya bersifat filantropi atau bantuan sesaat, melainkan telah berkembang menjadi model pembangunan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi, ketahanan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Penghargaan Top CSR Awards #Star 4 diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki sistem, kebijakan, serta implementasi program CSR pada kategori "Sangat Baik", dengan dampak yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga : Pertamina Dorong Ekonomi Kreatif Pesisir, Rumah Anak Pesisir Bitung Disiapkan Jadi Inkubator Wirausaha Baru

Dalam proses penilaian tahun ini, KALLA mengusung program unggulan Desa Bangkit Sejahtera (DBS) yang dijalankan melalui LAZ Hadji Kalla. Program tersebut dinilai berhasil menghadirkan transformasi sosial dan ekonomi di berbagai desa tertinggal di kawasan Indonesia Timur.

 

Dari 12 Desa Menjadi Gerakan Pemberdayaan Empat Provinsi

Program Desa Bangkit Sejahtera pertama kali dijalankan pada 2015 dengan sasaran awal 12 desa miskin di Sulawesi Selatan. Seiring keberhasilan yang ditunjukkan di lapangan, cakupan program terus diperluas hingga menjangkau Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga : Kalla Lines Tambah Armada, Perkuat Rantai Logistik Maritim untuk Dukung Pertumbuhan Industri di Kawasan Timur Indonesia

Hingga akhir 2025, sebanyak 84 desa telah menjadi desa binaan KALLA melalui program tersebut.

Program Manager Community Development LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, menjelaskan bahwa DBS dirancang untuk menyasar desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi yang selama ini minim akses terhadap program pemberdayaan.

"Desa Bangkit Sejahtera hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan," jelas Erny.

Baca Juga : Pegadaian Tanam Investasi Masa Depan Lewat Program Gold Generation di Gowa

Menurutnya, desa-desa sasaran dipilih berdasarkan data resmi pemerintah dengan tingkat kemiskinan di atas 30 persen serta mayoritas penduduk beragama Islam sebagai bagian dari mandat penyaluran dana zakat perusahaan.

Bangun Ekonomi Desa dari Potensi Lokal

Sepanjang 2025, program DBS menjalankan 55 program ketahanan ekonomi yang menjangkau 1.197 penerima manfaat di 20 desa pada empat provinsi.

Baca Juga : Lion Group Jadikan Makassar Gerbang Strategis Indonesia Timur, BookCabin Travel Fair 2026 Bidik Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi

Fokus utama program tersebut adalah meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pengembangan komoditas lokal berbasis pertanian, peternakan, dan usaha mikro.

Hasilnya, berbagai fasilitas produktif berhasil dibangun dan dikembangkan, mulai dari 118 lokasi demplot pertanian, rumah produksi UMKM, bengkel motor desa, rumah ikan (rumpon), rumah mutiara, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah berbagai tantangan pembangunan wilayah.

Baca Juga : Kallafriends Hadir di Makassar Half Marathon 2026, Perkuat Pengalaman Digital dan Dukung Ekonomi Event

Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Sosial

Tidak hanya berfokus pada ekonomi, KALLA juga menjalankan berbagai program ketahanan lingkungan yang menjangkau lebih dari 500 penerima manfaat.

Program tersebut meliputi edukasi pengelolaan sampah, pengembangan budidaya maggot, penyediaan fasilitas kebersihan desa, penanaman 3.500 pohon, hingga pelatihan mitigasi bencana.

Di sektor sosial, sebanyak 2.532 penerima manfaat memperoleh akses peningkatan keterampilan dan layanan kesehatan masyarakat.

Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari keterampilan menjahit, kerajinan berbasis bahan lokal, literasi digital, kursus bahasa Inggris, pembinaan olahraga, hingga peningkatan kapasitas petani melalui teknologi pertanian modern.

Sementara di bidang kesehatan, intervensi diarahkan untuk mendukung pencegahan dan penanganan stunting yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan.

CSR Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan

Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan program sosial yang berdampak nyata.

"Penghargaan ini bukan hanya sebuah apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi KALLA untuk terus menghadirkan program yang mampu menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk tumbuh mandiri setelah program dijalankan," ujar Nadya.

Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan menjadi strategi utama KALLA dalam menjalankan program CSR, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama perubahan di wilayahnya masing-masing.

Konsisten Raih Pengakuan Nasional

Penghargaan Top CSR Awards 2026 memperpanjang daftar prestasi KALLA di bidang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Dalam lima tahun terakhir, perusahaan secara konsisten memperoleh berbagai penghargaan nasional, mulai dari TOP Corporate Social Responsibility of The Year, CSR Outlook Award, Nusantara CSR Award, CNN Indonesia Award untuk ESG dan Green Movement, hingga Indonesia Best CSR Award.

Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan yang dijalankan KALLA tidak hanya menjadi bagian dari tata kelola perusahaan, tetapi juga telah berkontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat dan lingkungan di kawasan Indonesia Timur.

BERITA TERKAIT