Selasa, 26 Mei 2026 22:33
Seorang operator Kalla Aspal melakukan proses pengisian aspal ke tangki armada di Terminal Aspal Curah (TAC) Parepare, beberapa waktu lalu.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Kalla Aspal memastikan layanan distribusi dan suplai aspal tetap berjalan optimal meski industri konstruksi nasional tengah menghadapi tekanan akibat lonjakan harga aspal global yang mencapai hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal.

 

Kenaikan harga tersebut dipicu situasi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Selat Hormuz yang berdampak terhadap terganggunya rantai pasok minyak dunia dan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Marketing & Operation General Manager Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen menjaga pasokan dan kualitas produk untuk mendukung keberlanjutan proyek infrastruktur, baik proyek pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga : PKS Makassar Jadikan Kurban sebagai Gerakan Pelayanan Sosial dan Penguatan Kepedulian Masyarakat

“Namun demikian, kami tetap berupaya mendukung pekerjaan rekan-rekan kontraktor, baik proyek APBN maupun APBD. Saat ini di Sulawesi Selatan terdapat lima paket pengerjaan jalan yang tetap kami support,” ujarnya.

 

Menurut Amril, Kalla Aspal terus memaksimalkan suplai serta menjaga quality control sebagai agen resmi Pertamina agar kebutuhan proyek tetap terpenuhi di tengah situasi pasar yang menantang.

Distribusi Dialihkan dari TAC Mamuju

Baca Juga : Dikepung Merek Baru, Kalla Toyota Masih Kuasai 36 Persen Pasar Sulawesi

Di tengah meningkatnya kebutuhan proyek jalan di Sulawesi Selatan, stok aspal di Terminal Aspal Curah (TAC) Parepare mulai mengalami keterbatasan.

Sebagai langkah antisipasi, Kalla Aspal melakukan suplai tambahan dari TAC Mamuju guna menjaga kelancaran distribusi material untuk proyek-proyek yang sedang berjalan.

Selain fokus pada aspek distribusi, perusahaan juga menaruh perhatian terhadap kondisi industri konstruksi nasional yang saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan harga berbagai material.

Baca Juga : GMTD Perkuat Ikatan Sosial Warga Tanjung Bunga Lewat Kurban, Bukan Sekadar Tradisi Tahunan

Kalla Aspal melalui organisasi AABI aktif menyosialisasikan kenaikan harga aspal kepada pemerintah daerah, balai jalan, hingga Kementerian PUPR agar kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

“Harapannya, ada peninjauan kembali atau eskalasi terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan. Untuk proyek yang akan ditender, kami berharap harga aspal yang sudah mengalami kenaikan dapat menjadi pertimbangan agar kontraktor tidak mengalami kerugian,” lanjut Amril.

Industri Konstruksi Butuh Dukungan Kebijakan

Baca Juga : GMTD Serahkan PSU Rp455 Miliar ke Pemkot Makassar, Dorong Tata Kota Modern dan Berkelanjutan

Kalla Aspal menilai dukungan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan guna menjaga stabilitas industri konstruksi nasional di tengah fluktuasi harga energi dan material global.

Jika kondisi kenaikan harga berlangsung tanpa solusi yang memadai, dikhawatirkan dapat berdampak terhadap penurunan kinerja pelaku jasa konstruksi di berbagai daerah.

Perusahaan juga berharap situasi geopolitik global dapat segera membaik agar rantai pasok energi dan material kembali stabil sehingga pembangunan infrastruktur nasional dapat berjalan optimal.