Selasa, 26 Mei 2026 16:56
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Kodam XIV/Hasanuddin mengerahkan sekitar 1.120 personel militer dalam kegiatan Karya Bhakti ke-69 di sejumlah titik Kota Makassar, Selasa (26/5/2026). Aksi bersih-bersih ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut pelaksanaan salat Iduladha.

 

Kegiatan dipusatkan di pekarangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami dan dipimpin langsung Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko. Turut hadir Wali Kota Makassar, unsur Forkopimda, dan sejumlah pejabat instansi sipil.

Titik pembersihan meliputi Masjid Al-Markaz Al-Islami, kawasan Pasar Terong beserta aliran sungai di sekitarnya, dermaga, Anjungan Pantai Losari, hingga Masjid 99 Kubah. Selain personel militer, kegiatan juga melibatkan petugas kebersihan, warga, instansi pemerintah, dan personel kepolisian.

Baca Juga : Tenun Sutera Sengkang Persit Wajo Siap Tampil di Balai Kartini Expo

"Hari ini, dari militer sendiri sekitar 1.120-an personel. Kemudian ada petugas kebersihan, masyarakat, dan kedinasan yang juga ikut. Di samping itu, terlibat juga personel dari kepolisian," jelas Bangun Nawoko.

 

Pangdam mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Bhakti ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin sekaligus mendukung program Indonesia Asri. Ia menyebut kegiatan serupa sebenarnya sudah rutin digelar di tiap Kodim, namun kali ini memiliki makna tersendiri.

"Untuk kegiatan pagi ini, kita sebenarnya sudah banyak melakukan kegiatan yang sama. Hampir di tiap Kodim kita sudah melakukan. Namun hari ini ada yang istimewa, karena ini berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Kodam yang ke-69," ujarnya.

Baca Juga : Persit Wajo Bawa Tenun Sutera Sengkang ke Balai Kartini Expo 2026, Angkat UMKM Lokal ke Panggung Nasional

Ia menjelaskan sasaran karya bakti adalah fasilitas umum dan tempat ibadah agar masyarakat merasa nyaman saat beraktivitas maupun beribadah, khususnya menjelang Iduladha.

"Kegiatan hari ini adalah kita melaksanakan bersih-bersih, mulai dari tadi di Masjid Al-Markaz, pasar, sungai, kemudian sekarang di seputaran dermaga atau pantai di sekitaran Masjid Al-Markaz ini," katanya.

Tempat ibadah yang akan digunakan salat Id disebut menjadi prioritas utama pembersihan. "Kegiatan ini diadakan di tempat yang rencananya akan digunakan untuk salat Id, supaya nyaman, indah, dan bersih," tambahnya.

Baca Juga : Rangkaian HUT 80, Persit Denintel Kodam XlV Hasanuddin Tanam Pohon Serentak di Tello Baru

Di sela kegiatan, Pangdam turut menyoroti persoalan sampah yang ia nilai masih menjadi tantangan serius di Kota Makassar. Meski mengapresiasi upaya pemerintah daerah, ia menilai langkah itu belum cukup tanpa diimbangi kesadaran warga.

"Saya sangat mengapresiasi program ataupun upaya-upaya dari Bapak Gubernur maupun Bapak Wali Kota. Namun demikian, rupanya itu belum cukup. Karena kesadaran masyarakat rupanya masih sangat kurang, jadi masih membuang sampah sembarangan," ungkapnya.

Kondisi paling mencolok terlihat di sekitar Masjid Al-Markaz, di mana sampah dari Pasar Terong kerap hanyut masuk ke aliran sungai di sekitar masjid.

Baca Juga : Ribuan ASN dan Kades di Sulsel Ikuti Latihan Dasar Militer Komcad

"Tadi sekitar Masjid Al-Markaz yang begitu indah saja, wah luar biasa. Jadi sampah dari Pasar Terong yang dekat di situ masuk ke sungai dan sebagainya. Sehingga bau dan sangat-sangat mengganggu pemandangan kita," katanya.

Bangun Nawoko menegaskan kebiasaan menjaga kebersihan sudah menjadi kewajiban harian di lingkungan TNI. Setiap satuan diwajibkan membersihkan lingkungan asrama setengah jam sebelum apel, dan tidak boleh ada sampah yang keluar dari kawasan asrama.

"Setiap hari, setengah jam sebelum kita melakukan apel, harus melakukan pembersihan. Bahkan perintah dari Bapak Kasad, tidak boleh ada sampah keluar dari asrama," ujarnya.

Baca Juga : Pangdam Hasanuddin Serahkan Kokain 25 Kg ke Kapolda Sulsel

Kodam XIV/Hasanuddin juga menyatakan komitmennya mendukung penataan kawasan wisata Makassar, termasuk area dermaga pinisi di sekitar Masjid Al-Markaz.

"Kalau lingkungan dermaga pinisi ini bisa indah, bersih, tidak ada sampah, saya yakin akan lebih menarik lagi," katanya.

Pangdam mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah organik dan non-organik, mengikuti kebijakan yang sudah diterapkan di Jakarta.

"Yang pertama tentu saja, buanglah sampah pada tempatnya. Syukur-syukur sekarang sudah mengikuti yang dicanangkan di DKI, jadi sampah itu dipilah dulu mana yang organik dan mana yang non-organik," tuturnya.

Ia juga mendorong masyarakat mendukung program nasional pengolahan sampah menjadi energi yang akan segera bergulir.

"Kita akan ada program nasional di sini, yaitu sampah dijadikan energi. Akibatnya, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung ini, karena sangat penting sekali untuk keberlanjutan kita ke depan," pungkasnya.

BERITA TERKAIT