Rabu, 20 Mei 2026 23:08
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi global dan keamanan simpanan di perbankan menjadi perhatian serius di tengah maraknya informasi ekonomi yang beredar di ruang digital. Melihat kondisi tersebut, Tiga Warna Media Network menggelar forum edukasi publik bertajuk “Bincang Ekonomi: Mengelola Uang di Tengah Dinamika Global, Seberapa Aman Tabungan Kita?” di Makassar Creative Hub, kawasan Pantai Losari, Rabu (20/5/2026).

 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan, serta diikuti ratusan peserta yang mayoritas berasal dari kalangan ibu rumah tangga.

Forum tersebut menghadirkan Ekonom Senior Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Arief Noor Rachman, Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar, Meilthon Purba, serta Hanifah Nur Laili dari Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan LPS III Makassar.

Baca Juga : Elnusa Petrofin Perkuat Kolaborasi Media di Makassar, Dorong Narasi Energi yang Lebih Dekat dengan Daerah

Diskusi dipandu moderator A Widya Syadzwina dan turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, yang sekaligus membuka kegiatan dan melaunching kehadiran Tiga Warna Media Network di Makassar.

 

Dalam sambutannya, Muhammad Roem menilai isu keamanan tabungan kini semakin sering menjadi pertanyaan masyarakat akibat maraknya hoaks ekonomi, penipuan digital, hingga kasus investasi ilegal yang beredar di media sosial.

Menurutnya, literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memilah informasi sekaligus mengelola keuangan keluarga secara lebih bijak.

Baca Juga : Wuling Eksion Masuk Makassar, Sinyal Persaingan SUV Elektrifikasi Semakin Panas di Indonesia Timur

“Hari ini banyak masyarakat khawatir terhadap keamanan tabungan mereka. Karena itu edukasi keuangan menjadi penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dan ibu rumah tangga dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga karena menjadi pihak yang paling dekat dengan pengelolaan keuangan sehari-hari.

Sementara itu, Arief Noor Rachman menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini memang tengah dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, hingga tekanan pasar internasional yang memengaruhi pergerakan nilai tukar dan sektor keuangan dunia.

Baca Juga : OJK: Perbankan Syariah Nasional Melaju Kuat, Aset Tembus Rp1.061 Triliun

Menurutnya, situasi tersebut mendorong penguatan dolar Amerika Serikat karena banyak investor global memilih menyimpan aset dalam mata uang tersebut.

Meski demikian, Arief menegaskan ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen, meningkat dibanding Triwulan IV-2025 yang berada di angka 5,39 persen.

“Ekonomi Indonesia masih cukup resisten di tengah tekanan global dan ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat,” jelasnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kepedulian Sosial melalui Program BERKAH di Makassar

Ia menambahkan, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan nasional agar sektor perbankan tetap sehat sehingga dana masyarakat di perbankan tetap aman.

Dari sisi perlindungan konsumen, Meilthon Purba mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus investasi ilegal dan pinjaman online ilegal yang kini banyak menyasar perempuan dan ibu rumah tangga.

Menurutnya, rendahnya literasi keuangan masih menjadi celah utama maraknya penipuan keuangan digital di masyarakat.

Baca Juga : Pertamina Gelar Pasar Murah di Makassar, 1.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Prasejahtera

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46 persen.

“Perempuan menjadi kelompok yang cukup rentan menjadi korban investasi ilegal maupun pinjaman online ilegal. Karena itu edukasi finansial harus terus diperkuat,” katanya.

Meilthon juga mengingatkan pentingnya disiplin mencatat pengeluaran rumah tangga dan membiasakan menyisihkan penghasilan sebagai langkah dasar membangun kesehatan finansial keluarga.

Sementara itu, Hanifah Nur Laili menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan keluarga harus dimulai dari kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan agar masyarakat tidak terjebak gaya hidup konsumtif maupun fenomena FOMO.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan layanan pinjaman digital.

“Pinjaman online boleh dimanfaatkan selama digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanifah turut menjelaskan peran Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjamin dana nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi syarat penjaminan yang berlaku.

Forum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait keamanan tabungan, pengelolaan keuangan rumah tangga, investasi bodong, hingga ancaman penipuan digital.

Ketua Tiga Warna Media Network, Nur Rachmat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen media dalam menghadirkan edukasi publik yang mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, media tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi cepat, tetapi juga harus mampu memberikan dampak edukatif yang nyata.

Tiga Warna Media Network ingin hadir sebagai media yang tidak hanya memberitakan, tetapi juga ikut meningkatkan literasi publik, termasuk literasi ekonomi dan keuangan keluarga,” katanya.

Forum ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Makassar, Kalla Toyota, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, serta sejumlah pelaku usaha dan sektor perhotelan di Makassar.

BERITA TERKAIT