RAKYATKU.COM,PAREPARE--Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turun langsung meninjau lokasi drainase tersumbat di Jalan Lahalede, kawasan Masjid Taqwa, Kelurahan Lakessi, Selasa (11/5/2026).
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Peninjauan dilakukan menyusul keluhan warga terkait genangan air hingga banjir yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Titik di kawasan pusat Kota Parepare itu diketahui menjadi salah satu lokasi langganan banjir akibat saluran drainase yang dipenuhi sampah dan sedimentasi.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Baca Juga : PKK Parepare Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Melalui Lomba B2SA
Tasming Hamid memantau langsung proses pengerukan sampah pada drainase yang dilakukan tim dari instansi terkait.
Tasming bahkan turun langsung ke lubang drainase, guna memastikan pembersihan dilaksanakan secara maksimal
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Baca Juga : Tasming Hamid Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP Sulsel, Dorong Pengawasan untuk Efektivitas Pembangunan
"Kita turun langsung memantau tim yang melakukan pengerukan sampah pada drainase yang tersumbat akibat sampah," ujar Tasming Hamid.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Ia menjelaskan, kehadirannya bersama kepala dinas terkait dan lurah setempat bertujuan memastikan langkah penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya banjir dan genangan air di kawasan tersebut.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Menurutnya, pemerintah kota akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir yang disebabkan sedimentasi maupun drainase yang tersumbat.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Baca Juga : Tasming Hamid Perketat Disiplin ASN, TPP Pegawai yang Malas Hadir Terancam Dipotong
Mantan anggota DPRD dua periode itu menegaskan, penanganan persoalan drainase menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Selain itu, Tasming Hamid juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Dia mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air yang dapat memicu penyumbatan drainase.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
"Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau drainase bersih, aliran air lancar dan potensi banjir bisa diminimalisir," tegasnya.
Baca Juga : Inovasi Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026, Pemkot Parepare Mendunia
Baca Juga : Percepatan Pembentukan BNN Parepare, Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI
Dia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir dan genangan air di wilayah perkotaan. (*)