RAKYATKU.COM, JAKARTA — Momentum musim haji kembali dimanfaatkan pelaku industri telekomunikasi untuk memperluas pangsa pasar layanan roaming internasional. Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand tri Indonesia meluncurkan paket “Tri Ibadah” sebagai solusi konektivitas bagi jamaah Indonesia selama perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Langkah ini mencerminkan semakin strategisnya segmen layanan haji dalam industri telekomunikasi, seiring tingginya jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang setiap tahun, berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia.
Roaming Jadi Lini Bisnis Bernilai Tinggi
Baca Juga : Peredaran Rokok Ilegal Menggila, Bea Cukai Makassar Bongkar 149 Kasus
Di tengah persaingan operator, layanan roaming internasional menjadi salah satu sumber pendapatan potensial, terutama pada periode musiman seperti haji dan umrah. Paket Tri Ibadah dirancang dengan kuota hingga 30GB dan masa aktif hingga 45 hari, menyesuaikan durasi perjalanan jamaah.
Director and Chief Commercial Officer Indosat, Bilal Kazmi, menekankan bahwa layanan ini tidak sekadar soal koneksi, tetapi juga kenyamanan selama ibadah.
“Konektivitas di momen haji adalah tentang menghadirkan ketenangan. Jamaah perlu tetap terhubung dengan keluarga dan rombongan tanpa hambatan,” ujarnya.
Baca Juga : Dari Edukasi ke Inovasi, PINTU Perkuat Posisi di Ekosistem Kripto Indonesia
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran layanan telekomunikasi dari sekadar akses data menjadi bagian dari pengalaman perjalanan pelanggan.
Strategi Produk: Fleksibel dan Lintas Negara
Tri Ibadah menawarkan cakupan hingga 16 negara, termasuk Arab Saudi sebagai tujuan utama, serta negara transit seperti Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab. Salah satu keunggulan utama adalah kemampuan penggunaan lintas negara tanpa perlu aktivasi ulang.
Baca Juga : Pertamina Pastikan Penerbangan Haji Aman, Suplai Avtur Diawasi Ketat
Fitur ini menjadi nilai tambah di tengah kompleksitas perjalanan haji yang sering melibatkan transit di beberapa negara.
Selain itu, paket juga dilengkapi kuota domestik tambahan, memungkinkan pelanggan tetap menggunakan layanan sejak di Indonesia hingga kembali ke tanah air.
Digitalisasi Akses Layanan
Baca Juga : Pelepasan Jemaah Haji Wajo, Bupati dan Wabup Tekankan Nilai Yassiwajori dan Kesiapan Fisik
Dari sisi distribusi, Indosat mengandalkan kanal digital seperti aplikasi bima+, USSD, hingga layanan WhatsApp resmi. Strategi ini mempercepat proses pembelian sekaligus menjangkau pengguna yang semakin terbiasa dengan layanan berbasis digital.
Kemudahan aktivasi—yang cukup dilakukan sebelum keberangkatan—juga menjadi bagian dari upaya menyederhanakan pengalaman pengguna.
Persaingan Operator Semakin Ketat
Baca Juga : Telkomsel Bidik Lonjakan Kebutuhan Haji, RoaMAX Jadi Strategi Kuasai Pasar Roaming
Peluncuran Tri Ibadah menambah ketat persaingan di segmen layanan haji, yang sebelumnya juga digarap operator besar lainnya. Diferensiasi kini tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga cakupan jaringan, fleksibilitas penggunaan, serta kualitas layanan di lokasi tujuan.
Dengan harga mulai Rp650 ribu, Indosat mencoba memposisikan produk ini sebagai alternatif kompetitif bagi jamaah yang mencari keseimbangan antara harga dan layanan.
Dampak Lebih Luas
Secara makro, peningkatan layanan konektivitas bagi jamaah mencerminkan kesiapan industri telekomunikasi Indonesia dalam melayani kebutuhan global pelanggan. Konektivitas yang stabil tidak hanya mendukung komunikasi, tetapi juga akses terhadap informasi ibadah, navigasi, hingga layanan darurat.
Ke depan, integrasi antara konektivitas dan layanan digital diperkirakan akan menjadi standar baru dalam layanan perjalanan, termasuk ibadah haji.
TAG
- #Indosat
- #Tri
- #Tri Ibadah
- #Haji 2026
- #roaming
- #Paket Internet
- #telekomunikasi
- #arab saudi
- #konektivitas
- #bima+
- #Indonesia
- #layanan digital