Rabu, 22 April 2026 18:39
Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri Indonesia meluncurkan paket “Tri Ibadah” sebagai solusi konektivitas bagi jamaah Indonesia selama perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Momentum musim haji kembali dimanfaatkan pelaku industri telekomunikasi untuk memperluas pangsa pasar layanan roaming internasional. Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand tri Indonesia meluncurkan paket “Tri Ibadah” sebagai solusi konektivitas bagi jamaah Indonesia selama perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

 

Langkah ini mencerminkan semakin strategisnya segmen layanan haji dalam industri telekomunikasi, seiring tingginya jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang setiap tahun, berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia.

Roaming Jadi Lini Bisnis Bernilai Tinggi

Baca Juga : Telkom Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Transformasi Mulai Berbuah di Tengah Ketatnya Persaingan Digital

Di tengah persaingan operator, layanan roaming internasional menjadi salah satu sumber pendapatan potensial, terutama pada periode musiman seperti haji dan umrah. Paket Tri Ibadah dirancang dengan kuota hingga 30GB dan masa aktif hingga 45 hari, menyesuaikan durasi perjalanan jamaah.

 

Director and Chief Commercial Officer Indosat, Bilal Kazmi, menekankan bahwa layanan ini tidak sekadar soal koneksi, tetapi juga kenyamanan selama ibadah.

“Konektivitas di momen haji adalah tentang menghadirkan ketenangan. Jamaah perlu tetap terhubung dengan keluarga dan rombongan tanpa hambatan,” ujarnya.

Baca Juga : Telkomsel Salurkan 590 Hewan Kurban, Jangkau 40 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

Pendekatan ini menunjukkan pergeseran layanan telekomunikasi dari sekadar akses data menjadi bagian dari pengalaman perjalanan pelanggan.

Strategi Produk: Fleksibel dan Lintas Negara

Tri Ibadah menawarkan cakupan hingga 16 negara, termasuk Arab Saudi sebagai tujuan utama, serta negara transit seperti Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab. Salah satu keunggulan utama adalah kemampuan penggunaan lintas negara tanpa perlu aktivasi ulang.

Baca Juga : Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di 2025, Transformasi TLKM 30 Mulai Tunjukkan Hasil

Fitur ini menjadi nilai tambah di tengah kompleksitas perjalanan haji yang sering melibatkan transit di beberapa negara.

Selain itu, paket juga dilengkapi kuota domestik tambahan, memungkinkan pelanggan tetap menggunakan layanan sejak di Indonesia hingga kembali ke tanah air.

Digitalisasi Akses Layanan

Baca Juga : Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Perkuat Konektivitas Digital Indonesia–Papua Nugini

Dari sisi distribusi, Indosat mengandalkan kanal digital seperti aplikasi bima+, USSD, hingga layanan WhatsApp resmi. Strategi ini mempercepat proses pembelian sekaligus menjangkau pengguna yang semakin terbiasa dengan layanan berbasis digital.

Kemudahan aktivasi—yang cukup dilakukan sebelum keberangkatan—juga menjadi bagian dari upaya menyederhanakan pengalaman pengguna.

Persaingan Operator Semakin Ketat

Baca Juga : Dana Haji Tak Sekadar Disimpan, BPKH Kelola Secara Syariah untuk Ringankan Biaya Jemaah

Peluncuran Tri Ibadah menambah ketat persaingan di segmen layanan haji, yang sebelumnya juga digarap operator besar lainnya. Diferensiasi kini tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga cakupan jaringan, fleksibilitas penggunaan, serta kualitas layanan di lokasi tujuan.

Dengan harga mulai Rp650 ribu, Indosat mencoba memposisikan produk ini sebagai alternatif kompetitif bagi jamaah yang mencari keseimbangan antara harga dan layanan.

Dampak Lebih Luas

Secara makro, peningkatan layanan konektivitas bagi jamaah mencerminkan kesiapan industri telekomunikasi Indonesia dalam melayani kebutuhan global pelanggan. Konektivitas yang stabil tidak hanya mendukung komunikasi, tetapi juga akses terhadap informasi ibadah, navigasi, hingga layanan darurat.

Ke depan, integrasi antara konektivitas dan layanan digital diperkirakan akan menjadi standar baru dalam layanan perjalanan, termasuk ibadah haji.

BERITA TERKAIT