RAKYATKU COM,PAREPARE--Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guru Besar sekaligus mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Prof. Dr. H. Muhammad Siri Dangnga.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Tasming Hamid pada Rabu, 15 April 2026, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum di dunia pendidikan.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Atas nama Pemerintah Kota Parepare dan secara pribadi, kami turut berduka cita atas wafatnya beliau. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Selamat jalan Prof," ungkap Tasming Hamid.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Baca Juga : Tasming Hamid Apresiasi Edukasi Keuangan OJK untuk Perkuat Literasi Masyarakat Parepare
Tasming Hamid menilai, almarhum merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan di Kota Parepare.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Semasa hidupnya, Prof. Siri Dangnga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare periode 2002- 2007, 2016 - 2020 dan berperan besar dalam pengembangan institusi pendidikan tersebut.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Selain dikenal sebagai akademisi, almarhum juga aktif memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan sosial budaya.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Baca Juga : Pertamina Temukan Indikasi LPG Keluar Daerah, Pemkot Parepare Perketat Pengawasan Distribusi Gas Subsidi
Sejumlah penghargaan pernah diterima almarhum, di antaranya Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2006 sebagai bentuk pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Ia juga memperoleh Sertifikat Pendidik dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2008.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Pada tahun yang sama, almarhum menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Parepare atas sumbangsih dan pengabdiannya terhadap kemajuan pembangunan di bidang pendidikan dan sosial budaya.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik, termasuk seminar terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi.
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Almarhum disalatkan di rumah duka di Parepare sebelum dimakamkan di Belawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Baca Juga : Parepare Keren Tahap II, Laboratorium Latih Calon Wirausaha
Baca Juga : Pemkot Parepare Klaim Gas Melon Aman di Pasaran, Minta Warga Laporkan Jika Temukan Penyimpangan
Kepergian Prof. Siri Dangnga meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat dan dunia pendidikan di Parepare yang kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. (*)