RAKYATKU.COM, JAKARTA – Transformasi digital dan transisi energi kini semakin menyatu. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan untuk menghadirkan infrastruktur digital berbasis energi rendah karbon.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi pintu masuk integrasi antara pengembangan data center dan pemanfaatan energi hijau, termasuk biomethane. Inisiatif ini tidak hanya menargetkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat fondasi ekosistem digital berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa kebutuhan energi bersih menjadi faktor krusial dalam pengembangan data center modern.
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Kreativitas Pelajar Lewat Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Pemenangnya
“Ke depan, data center tidak hanya dituntut andal secara teknologi, tetapi juga harus efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kesiapan energi bersih dalam mendukung infrastruktur digital nasional,” ujarnya.
Dalam skema kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan operator data center, sementara PGN akan menyediakan pasokan energi rendah emisi melalui pemanfaatan biomethane yang berasal dari limbah industri kelapa sawit.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menilai langkah ini sebagai transformasi penting bagi bisnis energi nasional.
Baca Juga : Bluebird Bangkit dari Disrupsi, Cetak Kinerja Tertinggi dengan Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025
“PGN tidak lagi sekadar penyedia gas bumi, tetapi bergerak menjadi penyedia solusi energi bersih. Pemanfaatan biomethane untuk data center membuka peluang baru sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya.
Lima Kawasan Jadi Fokus Pengembangan
Sinergi ini akan difokuskan pada lima kawasan strategis pengembangan data center TelkomGroup, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Kelima wilayah tersebut dinilai memiliki kesiapan infrastruktur karena telah terhubung dengan jaringan gas PGN.
Baca Juga : Trafik Data Naik 21% Saat Lebaran, XLSMART Ungkap Lonjakan Ekstrem di Jalur Mudik dan Wisata
Ketersediaan energi hijau di lokasi-lokasi tersebut menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan data center generasi baru yang lebih efisien, stabil, dan berdaya saing global.
Sinergi BUMN dan Kolaborasi Global
Tak hanya memperkuat kolaborasi domestik, Telkom juga memperluas langkahnya ke level global. Melalui NeutraDC, TelkomGroup menjalin kemitraan dengan perusahaan internasional untuk mengembangkan solusi data center berbasis energi rendah karbon.
Baca Juga : OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Reformasi Transparansi Pasar Modal, Bidik Kepercayaan Investor Global
Pendekatan ini menggabungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan energi, distribusi, hingga implementasi solusi digital untuk kebutuhan industri dan enterprise.
Senior Director Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menilai kolaborasi ini sebagai momentum penting.
“Integrasi sektor digital dan energi akan menciptakan nilai baru yang berkelanjutan. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekosistem digital regional,” ujarnya.
Baca Juga : GERAK Syariah 2026 Catat Lonjakan Signifikan, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Menuju AI-Ready Green Data Center
Kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat menuntut data center dengan kapasitas besar sekaligus efisiensi energi tinggi. Kolaborasi Telkom dan PGN ini menjadi langkah awal menuju pengembangan AI-ready green data center di Indonesia.
Dengan memadukan infrastruktur digital dan energi bersih, kedua BUMN ini optimistis mampu menghadirkan solusi yang scalable, inovatif, dan berstandar global.
Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem digital kawasan Asia.