RAKYATKU.COM, GOWA - Kabupaten Gowa menjadi sumber air baku yang digunakan di beberapa wilayah seperti Gowa, Makassar, Takalar hingga Maros. Terlebih lagi ketika bendungan Jenelata yang masih dalam proses pengerjaan telah beroperasi.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek bendungan Jenelata akan selesai dikerjakan pada tahun 2028. Dimana pemerintah kabupaten Gowa mendukung agar proyek ini berjalan lancar hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Tentu kita sebagai pemerintah daerah senang sekali menjadi salah satu wilayah yang diberikan kepercayaan PSN di Sulsel yaitu di Gowa. Tentu kita membantu balai untuk menyelesaikan program nasional ini dengan baik dan lancar, kata Bupati Gowa, Husniah Talenrang usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Gowa di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang pada Selasa 7 April 2026.
Baca Juga : Bupati Gowa: Bendungan Jenelata Harus Berdampak untuk Masyarakat
Ia berharap kordinasi yang baik antara pihak Balai dengan pemerintah Kabupaten Gowa yang menjadi lokasi proyek-proyek yang sedang berjalan.
“Selaku kepala daerah tentu saya lebih menekankan tekanan pemanfaatan dari Bendungan Jenelata ini. Bukan hanya jenelata tapi semua proyek di bawa naungan Balai untuk bisa dikomunikasikan baik dengan Pemda karena tentunya kita harus menyadari bersama Kabupaten Gowa ini adalah kabupaten yang merupakan kabupaten sumber,” tambahnya.
“Sumber air di sini, sumber material juga di Gowa, sumber pangan juga di Gowa dan kemungkinan besar ada inovasi inovasi baru yang muncul dengan adanya proyek nasional yang ada di kabupaten Gowa,” sambung Husniah.
Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong Kinerja Pejabat Eselon II Berbasis Hasil dan Akuntabilitas
Oleh karena itu, ia berharap Kabupaten Gowa dapat memberikan kontribusi kepada daerah sekitar yang diberi perhatian khusus.
"Kami sudah sampaikan ke Kabalai bahwa kita daerah sumber, kita dapat apa? kalau bisa lebih spesifik dan lebih spesial lagi karena kami yang merupakan daerah sumber. Tentu dampaknya juga kepada kami. Di samping itu juga untuk menghasilkan udara misalnya, tentu pemeliharaan airnya kita yang jaga," bebernya.
“Wilayah konservasi hutan atau kawasan hulu yang menjadi tanggung jawab Pemda. Keseimbangan ini yang harus kita jaga melalui komunikasi, baik pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat agar bisa memberikan prioritas kepada kabupaten Gowa karena pertumbuhan bukan hanya Gowa saja tapi menguntungkan kota Makassar bahkan pemanfaatan airnya juga ke Takalar dan Maros ke depannya,” sambung Husniah lagi.
Baca Juga : Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Gowa, Bupati Talenrang Harap Sinergitas untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi menyebut saat ini proyek bendungan Jenelata masih fokus pada konstruksi.
“Sesuai jadwal pelaksanaan konstruksi selesai 2028 nanti ada proses penggenangan waduk,” kata Heriantono.
Sementara pengadaan tanah akan dilakukan secara bertahap hingga proyek bendungan selesai. Untuk saat ini masih sekitar 13 persen dan diharapkan koordinasi dengan pihak terkait sehingga pembebasan lahan bisa rampung sebelum proyek bendungan selesai.
Baca Juga : Syawalan 1447 H, Bupati Gowa Ajak Muhammadiyah Terus Kolaborasi Majukan Daerah
“Di tahun 2026 awal ini progres tanah masih 13 persen karena memang konsentrasinya di arena konstruksinya dulu di tugu bendungan dan jalan akses. Sisanya 87 persen akan diselesaikan secara bertahap sampai tahun 2028. Semoga Bupati dan Pemprov juga mohon dukungannya agar proses pengadaan tanah sebelum 2028 selesai.
Karena memang 87 persennya bukan hanya lahan masyarakat tapi aset provinsi, kabupaten, desa yang ada di dalamnya sehingga perlu kordinasi insentif,” jelasnya.