Kamis, 26 Maret 2026 21:19
Wilayah Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai menjadi fokus penguatan suplai, menyusul tren peningkatan kebutuhan BBM, baik jenis gasoline (bensin) maupun gasoil (solar)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan dinamika konsumsi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan BBM di wilayah selatan Sulawesi Selatan tetap aman. Bahkan, distribusi diperkuat dengan realisasi penyaluran yang melampaui rata-rata harian di sejumlah daerah.

 

Wilayah Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai menjadi fokus penguatan suplai, menyusul tren peningkatan kebutuhan BBM, baik jenis gasoline (bensin) maupun gasoil (solar).

Sales Branch Manager Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan bahwa kondisi stok di seluruh SPBU di tiga wilayah tersebut berada dalam status aman dan terkendali.

Baca Juga : Solar Subsidi Disetop Sementara di SPBU Sinjai, Pertamina Turun Tangan Usut Dugaan Penyimpangan

“Stok BBM di Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai dalam kondisi mencukupi. Penyaluran terus kami optimalkan dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

 

Data Pertamina menunjukkan adanya lonjakan distribusi yang signifikan. Di Jeneponto, penyaluran gasoline mencapai 124,1% dari rata-rata normal, sementara gasoil berada di angka 96,2%. Di Bulukumba, gasoline tercatat 120,2% dan gasoil 93,8%. Adapun di Sinjai, penyaluran gasoline mencapai 107,4% dan gasoil bahkan menembus 105,1%.

Angka-angka ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi, sekaligus respons cepat Pertamina dalam menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan.

Baca Juga : BBM Diserbu Jelang Lebaran, Pertamina Kejar Pemulihan Stok di Jeneponto

“Dinamika pengisian di SPBU yang terjadi belakangan ini merupakan dampak dari meningkatnya aktivitas masyarakat. Karena itu, suplai kami tingkatkan agar tidak terjadi kekosongan,” jelas Ridho.

Untuk memastikan distribusi tetap terkendali, Pertamina mengandalkan sistem monitoring stok secara real-time serta koordinasi intensif dengan operator SPBU. Penyesuaian suplai juga dilakukan secara fleksibel guna mengantisipasi perubahan pola konsumsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, pengawasan operasional SPBU turut diperketat. Hal ini mencakup aspek pelayanan, pengaturan antrean, hingga memastikan BBM subsidi disalurkan tepat sasaran.

Baca Juga : Bea Cukai Makassar Gagalkan Peredaran 5,7 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan bahwa stabilitas pasokan energi menjadi prioritas utama, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

“Distribusi BBM kami pastikan berjalan optimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan agar pasokan tetap merata,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membeli BBM di lembaga penyalur resmi guna menjamin kualitas dan harga sesuai ketentuan. Jika ditemukan kendala atau indikasi pelanggaran, masyarakat diminta segera melapor melalui Pertamina Call Center 135.

Baca Juga : Bea Cukai Makassar Sita 181 Ribu Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Dengan strategi penguatan distribusi dan pengawasan berlapis, Pertamina berupaya menjaga stabilitas energi di wilayah Sulawesi Selatan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.