Senin, 09 Maret 2026 22:51
Rektor Unismuh Makassar Abd. Rahim Nanda
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Momentum Ramadan dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) untuk mempererat hubungan antara generasi pengelola kampus saat ini dengan para tokoh yang pernah berkontribusi dalam perjalanan institusi tersebut.

 

Hal itu tercermin dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Balai Sidang Unismuh Makassar, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan sivitas akademika dengan para sesepuh Muhammadiyah, mantan pimpinan kampus, serta pengelola panti asuhan Muhammadiyah dari wilayah Makassar, Gowa, dan Maros.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa inti dari kegiatan tersebut bukan semata-mata buka puasa bersama, melainkan memperkuat silaturahmi dengan para pendahulu kampus yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan universitas.

Baca Juga : KPPU Sidak Pasar Terong Makassar, Harga Ayam, Telur, dan Cabai Mulai Naik Jelang Lebaran

Menurutnya, silaturahmi bahkan menjadi agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.

 

“Yang kami dahulukan adalah silaturahminya, baru kemudian buka puasa bersama,” ujar Rakhim.

Ia menilai pertemuan semacam ini penting untuk menjaga kesinambungan nilai dan semangat perjuangan yang telah dibangun para pendiri dan pimpinan sebelumnya.

Baca Juga : IM3 Perkenalkan Satspam+ di Makassar, Perkuat Perlindungan Pelanggan dari Ancaman Penipuan Digital

Menurutnya, perjalanan panjang Unismuh hingga mencapai posisi seperti sekarang tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak yang pernah memimpin maupun mengabdi di lingkungan kampus.

“Sejarah itu penting. Dengan memahami perjalanan masa lalu, kita memiliki pijakan yang lebih kuat untuk melangkah ke masa depan,” katanya.

Rakhim berharap pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog untuk mendengarkan kembali pandangan serta masukan dari para tokoh yang pernah terlibat dalam pengembangan Unismuh.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Ihyani Malik, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa para mantan pimpinan sengaja diundang agar hubungan mereka dengan kampus tidak berhenti setelah masa jabatan berakhir.

Menurutnya, mereka yang pernah menjadi rektor, wakil rektor, dekan, hingga pengurus Badan Pembina Harian tetap merupakan bagian dari keluarga besar Unismuh.

“Apapun kondisi Unismuh saat ini, mulai dari tahap tumbuh hingga berkembang seperti sekarang, tentu tidak lepas dari peran para pendahulu,” ujarnya dalam laporan panitia.

Baca Juga : Unismuh Makassar Perkuat Kerja Sama Layanan Keuangan dengan Bank Syariah Nasional

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang telah wafat, keluarga mereka juga diundang untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain menjadi ajang mempererat hubungan antargenerasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada 11 panti asuhan Muhammadiyah dari wilayah Makassar, Gowa, dan Maros.

Ketua Badan Pembina Harian Unismuh, Gagaring Pagalung, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat gerakan Muhammadiyah yang menekankan penguatan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, serta kemandirian ekonomi umat.

Baca Juga : Awal Pekan Depan, Unismuh Makassar Gelar Buka Puasa Bersama, Undang Sesepuh dan Panti Asuhan

Ia menilai silaturahmi semacam ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai organisasi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse, melihat pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk menyambung memori kolektif kampus dengan arah gerakan Muhammadiyah ke depan.

Ia berharap sivitas akademika Unismuh tidak hanya fokus pada pengembangan institusi pendidikan, tetapi juga aktif memperkuat kegiatan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

Dengan demikian, kemajuan Unismuh dapat berjalan seiring dengan perkembangan amal usaha Muhammadiyah secara lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama, ceramah Ramadan disampaikan oleh Zulfahmi Alwi yang mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperdalam ibadah sekaligus memperluas wawasan keagamaan.

Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran Islam membutuhkan keterbukaan berpikir dan pendekatan yang komprehensif agar mampu menjawab dinamika kehidupan modern.

“Ramadan bukan hanya momentum emosional untuk berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran spiritual dan intelektual,” ujarnya.

Suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut semakin hangat ketika Ihyani Malik menyelipkan pantun ringan mengenai tradisi tunjangan hari raya bagi dosen dan karyawan, yang disambut tawa para hadirin.

Di balik suasana akrab tersebut, pesan utama kegiatan tetap jelas: menjaga hubungan dengan para pendahulu, memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat, serta meneguhkan komitmen membangun masa depan Unismuh Makassar dalam semangat kebersamaan.

BERITA TERKAIT