RAKYATKU.COM, PAREPARE--Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare yang dipimpin Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Fatima Parepare pada Senin (9/3/2026).
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas isu yang berkembang terkait dugaan aturan rumah sakit yang tidak memperbolehkan tenaga kerja perempuan menggunakan hijab saat bertugas.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Dalam pertemuan itu, Hamka menyampaikan apresiasi kepada pihak rumah sakit yang selama ini telah berkontribusi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Parepare.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Baca Juga : Kolaborasi BAZNAS, Kodim 1405 dan Pemkot Parepare Hadirkan Rumah Layak Huni untuk Warga
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah juga perlu memastikan regulasi internal rumah sakit tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Menurut Hamka, persoalan ini berkaitan dengan aturan pakaian dinas yang diterapkan rumah sakit kepada tenaga kerja. Dalam praktiknya, pakaian yang disiapkan disebut tidak mengakomodasi penggunaan hijab sehingga memunculkan persepsi adanya larangan.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut juga telah menjadi perhatian Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, yang meminta jajarannya memberikan penegasan terkait regulasi yang berlaku di rumah sakit tersebut.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Baca Juga : Keruk Drainase Dekat Pasar Labukkang, Wali Kota Turun Langsung Berdialog Dengan Warga
“Pemerintah daerah mengambil langkah persuasif terkait persoalan ini. Kami berharap ada tindak lanjut dari upaya yang telah dilakukan Pemkot Parepare, mulai dari persuratan hingga pertemuan dengan yayasan yang menaungi rumah sakit,” kata Hamka.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Ia juga berharap pihak rumah sakit segera menyampaikan surat resmi kepada pemerintah kota agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan jelas.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
“Kami harap surat resmi segera dimasukkan, kalau bisa pekan ini sudah ada, sehingga aturan ini bisa kebijakan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Fatima Parepare, Thomas Soharto, menegaskan bahwa pihak rumah sakit maupun yayasan tidak pernah melarang tenaga kerja perempuan untuk mengenakan hijab.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
“Kami tidak pernah, baik yayasan maupun rumah sakit, menyinggung soal larangan berhijab,” jelas Thomas.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Ia menambahkan, pihaknya memahami pentingnya toleransi serta kenyamanan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas pelayanan di rumah sakit.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Thomas juga memastikan akan segera meminta ketegasan dari pihak yayasan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, terlebih karena telah menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
“Dalam waktu sesingkat-singkatnya kami akan meminta ketegasan dari yayasan. Saya juga akan mendesak agar dibuat surat resmi yang ditujukan kepada Pemkot Parepare supaya persoalan ini bisa selesai dengan jelas,” katanya.
Baca Juga : Tasming Hamid Ingatkan Generasi Muda Rutin Mengaji: Jangan Sampai Bacaan Al-Qur'an Hilang
Baca Juga : Persipare Bertabur Bintang Arungi Sidrap Cup 2026
Pemkot Parepare berharap sinergi antara pemerintah daerah dan RS Fatimah tetap terjaga sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal tanpa polemik di kemudian hari.(*)