Selasa, 10 Februari 2026 13:04
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, SEMARANG — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin membuka secara resmi kegiatan rapat koordinasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

 

Dalam kesempatan itu Appi menegaskan bahwa pelaksanaan rakor PAD Pemerintah Kota Makassar, tahun 2026 tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial semata, melainkan harus mampu melahirkan capaian nyata yang dapat direalisasikan.

"Acara ini jangan dijadikan hanya sebuah seremonial. Tapi ini harus kita achieve, kita harus mampu untuk merealisasikan," kata Appi.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tinjau Dua Titik Pengungsian Banjir di Makassar

Kegiatan ini merupakan sebuah komitmen bersama yang memiliki konsekuensi moral dan tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar.

 

" Ini adalah janji kita, artinya ini akad. Kalau akad yang tidak diselesaikan, konsekuensinya dosa. Jadi saya berharap ini menjadi akad untuk kita semua, untuk kita memaksimalkan apa yang menjadi harapan dan apa yang menjadi tujuan kita hadir di tempat ini," tambah Munafri.

Ia menekankan agar para peserta tidak hanya datang mengikuti kegiatan, menghabiskan anggaran. Namun, tidak mampu memetik hasil maksimal dari diskusi dan materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Baca Juga : Kadis Pariwisata Makassar Hadiri Upacara HUT ke-418 Kota Makassar, Angkat Semangat Kolaborasi dan Budaya Lokal

"Begitu naif rasanya kalau kita cuma datang, buang-buang anggaran, lalu apa yang kita dapatkan tidak semaksimal apa yang bisa kita lakukan," katanya.

Appi juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan SKPD lainnya, untuk lebih berani menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam menggali potensi pendapatan daerah.

"Kita harus mampu punya inovasi-inovasi yang bisa meningkatkan berbagai macam potensi yang bisa digali dari tempat masing-masing," tegasnya.

Politisi Golkar itu meyakini, dengan kerja yang maksimal dan terukur, potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar sangat besar dan tidak akan berada di bawah angka Rp2,7 triliun.

Potensi pendapatan yang ada di Kota Makassar tidak akan di bawah 2,7 triliun dalam kondisi seperti ini. Sehingga ini menjadi sesuatu yang harus kita kejar, sesuatu yang harus kita dapatkan. 

Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya penerapan pendekatan digitalisasi dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.

"Dengan berbagai macam cara yang harus kita lakukan, salah satunya melalui pendekatan yang namanya pendekatan digitalisasi," tambahnya.

BERITA TERKAIT