RAKYATKU.COM, PAREPARE — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Polres Parepare menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi siswa SMAN 5 Parepare, Selasa (3/2/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap Operasi Keselamatan Pallawa 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah preventif di tengah meningkatnya perhatian terhadap pelanggaran lalu lintas yang kerap melibatkan pengendara usia sekolah. Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang digelar Polda Sulawesi Selatan menitikberatkan pada peningkatan kepatuhan masyarakat serta penurunan angka kecelakaan akibat kelalaian dan pelanggaran aturan.
Dalam operasi tersebut, terdapat delapan prioritas penindakan, di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, kendaraan over dimensi dan over loading, penyalahgunaan sirine dan rotator, pelanggaran penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), kendaraan pribadi dijadikan angkutan umum, angkutan barang yang mengangkut penumpang, kendaraan tidak laik jalan, hingga pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak memakai helm berstandar SNI.
Baca Juga : Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara–Luwu Timur Mulai Normal, Pertamina Tambah Pasokan hingga 18 Persen
Sebagai mitra strategis kepolisian dalam kampanye keselamatan, Asmo Sulsel menghadirkan edukasi safety riding yang berfokus pada faktor manusia sebagai penyebab dominan kecelakaan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya konsentrasi saat berkendara, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar.
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menekankan bahwa kecelakaan sering kali dipicu oleh perilaku pengendara, bukan semata faktor teknis kendaraan atau kondisi jalan.
“Tidak memakai helm SNI, melanggar rambu, atau berkendara sambil tidak fokus adalah risiko nyata yang bisa berujung fatal. Keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengendarai motor, tetapi juga tentang sikap dan kedisiplinan,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan helm standar SNI, jaket, dan sepatu merupakan bentuk perlindungan diri, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi hukum.
Melalui sinergi ini, diharapkan siswa SMAN 5 Parepare dapat menjadi agen perubahan dan pelopor budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bagi Asmo Sulsel, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung terciptanya ekosistem berkendara yang aman dan bertanggung jawab, khususnya di kalangan generasi muda Sulawesi Selatan.
TAG
- #Astra Motor Sulsel
- #polres parepare
- #Safety Riding
- #Operasi Pallawa 2026
- #edukasi pelajar
- #SMAN 5 Parepare
- #keselamatan lalu lintas
- #Helm SNI
- #generasi muda
- #Sulawesi Selatan