RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama industri jasa keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FKIJK Sulselbar) menggelar kegiatan Ngobrol Santai (NGOBRAS), Rabu, 21 Januari 2026, di Kantor OJK Sulselbar, Makassar.
Kegiatan ini menjadi agenda strategis perdana di awal tahun 2026 yang mempertemukan seluruh jajaran pengurus FKIJK Sulselbar untuk melakukan konsolidasi serta membahas rencana kerja tahunan. NGOBRAS dikemas dalam suasana dialog informal namun tetap substantif, guna memperkuat sinergi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan di wilayah Sulselbar.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang juga menjabat sebagai Ketua FKIJK Sulselbar menegaskan bahwa kerangka kerja FKIJK tahun 2026 berorientasi pada nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Baca Juga : OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Sulampua Tetap Stabil hingga November 2025
Melalui forum NGOBRAS, OJK Sulselbar bersama pimpinan perbankan, perusahaan asuransi, lembaga pembiayaan, pasar modal, serta pelaku industri jasa keuangan lainnya menyepakati sejumlah fokus sinergi strategis, di antaranya:
Pertama, dukungan terhadap sektor produktif dan UMKM melalui penyusunan strategi bersama untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Kedua, penguatan literasi dan inklusi keuangan secara masif dengan melanjutkan capaian positif tahun sebelumnya. Forum berkomitmen meningkatkan indeks literasi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok Sulawesi Barat dan kawasan perdesaan Sulawesi Selatan, melalui program inovatif seperti LAYARKU (Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan) serta Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).
Baca Juga : LPS Warna Dari Timur Dorong Literasi Keuangan Lewat Festival Kreatif di Makassar
Ketiga, mitigasi risiko dan perlindungan konsumen dengan memperkuat fungsi pengawasan mandiri di internal industri jasa keuangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik keuangan ilegal serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.
Keempat, penguatan kegiatan sosial, keagamaan, dan kebersamaan, yang meliputi penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera, peringatan hari besar keagamaan secara bersama, hingga kegiatan bakti sosial di wilayah terdampak bencana. Selain itu, FKIJK juga akan rutin menggelar agenda seni dan olahraga, seperti Porseni, guna mempererat rasa kekeluargaan antar insan industri jasa keuangan.
“Kegiatan NGOBRAS ini menjadi langkah awal yang sangat penting. Melalui dialog yang santai namun bermakna, kami menyamakan persepsi agar seluruh kebijakan dan program industri jasa keuangan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah Sulselbar di tahun 2026,” ujar salah satu perwakilan pengurus FKIJK Sulselbar.
Baca Juga : Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring di Makassar, Wujud Transformasi Digital dan Inklusi Keuangan
Selain pembahasan strategis, pertemuan ini juga diisi dengan sesi ramah tamah untuk mempererat hubungan antar pengurus. Soliditas antara OJK Sulselbar dan industri jasa keuangan diyakini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat peran sektor keuangan sebagai pilar peningkatan literasi, inklusi, dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.