RAKYATKU.COM, WAJO – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melaksanakan kegiatan pelatihan, uji coba operasional (running test), serta bimbingan teknis penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat di Desa Lagoari, Kecamatan Takkalalla, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program swasembada pangan yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian.
Pada kesempatan tersebut, DPKP Kabupaten Wajo menyalurkan sebanyak 14 unit alsintan berupa traktor roda empat merek Lembu Series produksi PT Taka Tech. Bantuan ini bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian melalui APBN serta dukungan bantuan Gubernur Sulawesi Selatan, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Baca Juga : Pemkab Wajo Terima LHP BPK Semester II 2025, Tegaskan Komitmen Kelola Pajak dan Retribusi
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo Drs. Andi Pameneri, M. Si yang diwakili oleh Tien Zainuddin, SP, M.Si, menyampaikan bahwa mekanisasi pertanian merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
“Pelatihan ini bertujuan agar kelompok tani mampu mengoperasikan dan merawat alsintan secara tepat, sehingga bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan pengamanan dan pendampingan dari Polsek Takkalalla yang dipimpin oleh AKP Mursalim, S.Sos, MH, serta sinergi bersama Koramil 1406-07 Takkalalla yang diwakili oleh Babinsa Serka Ridwan.
Baca Juga : Peringati Isra Mi’raj, Rutan Sengkang Tekankan Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Lagoari, tokoh masyarakat, serta kelompok tani Desa Lagoari sebagai penerima manfaat program.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Wajo berharap program ketahanan pangan nasional dapat terimplementasi secara optimal hingga tingkat desa serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.