Kamis, 15 Januari 2026 20:58
SMP Islam Athirah Bukit Baruga menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam kegiatan Seminar Suara Demokrasi yang digelar pada 14–15 Januari 2026
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — SMP Islam Athirah Bukit Baruga menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam kegiatan Seminar Suara Demokrasi yang digelar pada 14–15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, sekaligus upaya sekolah menanamkan literasi demokrasi kepada siswa sejak usia dini.

 

Seminar ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya memahami mekanisme pemilihan, tetapi juga nilai-nilai dasar demokrasi seperti kejujuran, keadilan, partisipasi, dan tanggung jawab. Dengan melibatkan langsung lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu, sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang autentik dan relevan dengan praktik demokrasi di Indonesia.

Kepala SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Suriana, menegaskan bahwa pemilihan OSIS bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan media pembentukan karakter dan kepemimpinan siswa.

“Pemilihan OSIS adalah laboratorium demokrasi bagi peserta didik. Melalui proses ini, siswa belajar memilih dan dipilih secara beradab, menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab,” ujarnya.

 

KPU: Pemilihan OSIS Miniatur Pemilu

Pada hari pertama, Rabu (14/1/2026), narasumber dari KPU memaparkan konsep dasar demokrasi, tahapan pemilihan umum, serta peran pemilih dalam menentukan pemimpin yang berkualitas. Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.

KPU menekankan bahwa pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur pemilu yang penting untuk melatih partisipasi aktif, kemampuan mengambil keputusan, serta kesadaran bahwa setiap suara memiliki nilai dan dampak.

Bawaslu Tekankan Integritas dan Pengawasan

Seminar berlanjut pada hari kedua, Kamis (15/1/2026), dengan menghadirkan Bawaslu sebagai narasumber. Fokus materi diarahkan pada pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilihan, potensi pelanggaran, serta peran pengawas dan peserta pemilu dalam menjaga proses yang jujur dan adil.

Melalui sesi ini, siswa diajak memahami bahwa demokrasi tidak hanya soal memilih, tetapi juga memastikan proses berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi integritas.

Melalui Seminar Suara Demokrasi ini, SMP Islam Athirah Bukit Baruga berharap para siswa tumbuh sebagai generasi muda yang tidak apatis terhadap demokrasi, memiliki kesadaran kritis, serta mampu menjadi pemilih dan pemimpin yang berintegritas di masa depan.

BERITA TERKAIT