Senin, 22 Desember 2025 00:35
Tema Acara Malam Tahun Baru Hotel Aryaduta Makassar K-Pop Ghost Hunters
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Momentum libur akhir tahun kembali menjadi penggerak utama industri perhotelan di Makassar. Hotel Aryaduta Makassar mencatat lonjakan signifikan tingkat hunian menjelang pergantian tahun 2025–2026, dengan okupansi telah mencapai 88 persen, seiring peluncuran konsep hiburan tematik bertajuk “K-Pop Ghost Hunters”.

 

Konsep ini dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan bagian dari strategi bisnis hotel untuk meningkatkan lama tinggal tamu (length of stay), penjualan paket menginap, serta kontribusi sektor hiburan terhadap pendapatan akhir tahun.

General Manager Aryaduta Makassar, Erwin Arsyad, menjelaskan bahwa tema K-Pop dipilih karena memiliki daya tarik ekonomi yang kuat, khususnya bagi segmen keluarga, milenial, dan komunitas pencinta budaya Korea.

Baca Juga : ARYADUTA Makassar Hadirkan “Live & Grill BBQ Ramadan Experience”, Iftar Premium dengan Panorama Senja Losari

“Libur akhir tahun selalu menjadi peak season. Tahun ini kami mengemasnya lebih agresif melalui tema K-Pop Ghost Hunters yang sedang hype sepanjang 2025. Ini bukan hanya soal hiburan, tapi strategi untuk meningkatkan okupansi dan nilai transaksi tamu,” ujarnya.

 

Erwin mengungkapkan, tingginya minat pasar terlihat dari cepatnya penjualan paket Tahun Baru, bahkan sebelum puncak libur dimulai. Seluruh tamu akan disebar di dua ballroom utama dengan konsep dan kualitas layanan yang sama, sementara puncak perayaan dipusatkan di area lobby sebagai pusat hiburan malam tahun baru.

“Dengan okupansi mendekati penuh, kontribusi akhir tahun terhadap kinerja hotel sangat signifikan. Ini sekaligus mengonfirmasi bahwa event berbasis hiburan tematik mampu mendorong performa bisnis secara langsung,” jelasnya.

Baca Juga : ARYADUTA Makassar Gelar Event Poundfit, Dorong Gaya Hidup Sehat dengan Konsep Fun & Energik

Paket Menginap Jadi Motor Pendapatan

Untuk memaksimalkan pendapatan, Aryaduta Makassar menawarkan paket menginap dua malam mulai Rp4.250.000 nett, yang mencakup akomodasi, Gala Dinner, hiburan DJ dan dance K-Pop, hingga aktivitas keluarga seperti games, playground anak, dan photo corner.

Menurut manajemen, skema dua malam sengaja dirancang agar tamu tidak sekadar datang untuk pesta pergantian tahun, tetapi juga menikmati liburan lebih lama di Makassar.

Baca Juga : Okupansi Hotel Aryaduta Makassar Tembus 94% di Malam Tahun Baru, Hiburan K-Pop Dongkrak Daya Tarik Wisata Kota

“Kami ingin tamu stay lebih panjang, sehingga dampaknya tidak hanya ke hotel, tapi juga ke ekonomi lokal di sekitar kawasan,” tambah Erwin.

Hiburan Spektakuler, Daya Tarik Utama Pasar

Dari sisi hiburan, Aryaduta Makassar menghadirkan pertunjukan DJ performance, K-Pop dance, flashmob staf, hingga konsep karakter Demon Hunter yang dirancang untuk menciptakan pengalaman imersif.

Baca Juga : Middle East Night Dongkrak Okupansi Mercure Nexa Pettarani Makassar, Konsep Eksklusif Dorong Penjualan Akhir Tahun

Ketua Panitia New Year’s Eve 2025, Takdir Hidayat, menegaskan bahwa kekuatan hiburan menjadi salah satu faktor utama tingginya minat tamu.

K-Pop Ghost Hunters ini punya pasar yang luas, dari anak-anak sampai dewasa. Kami membangun konsep hiburan yang kuat karena itu yang dicari tamu saat malam tahun baru,” ujarnya.

Selain hiburan, sektor kuliner juga menjadi pilar penting. Executive Chef Aryaduta Makassar, Yun Veristedi, menyebutkan bahwa lebih dari 120 varian menu akan disajikan, termasuk hidangan Korea, internasional, dan favorit keluarga, guna meningkatkan nilai pengalaman gala dinner.

Baca Juga : Aryaduta Makassar Raih Penghargaan Traveloka “Exceptional Guest Experience – Prestige” 2025

Kontribusi Nyata ke Ekonomi Akhir Tahun

Dengan okupansi tinggi, paket menginap bernilai premium, serta rangkaian hiburan berskala besar, perayaan Tahun Baru di Aryaduta Makassar menjadi salah satu indikator kuat bangkitnya sektor hospitality dan ekonomi hiburan di Sulawesi Selatan menjelang 2026.

Manajemen optimistis, strategi event tematik berbasis tren global akan terus menjadi motor pertumbuhan bisnis hotel di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat.

BERITA TERKAIT