Jumat, 12 Desember 2025 21:21
Ilustrasi.
Editor : Rakyatku.com

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Keluarga Irma, korban tabrakan di Jalan Barukang VI, Makassar, Sulawesi Selatan, mendesak agar pihak kepolisian segera bertindak tegas terhadap pelaku. Desakan ini muncul lantaran pelaku dinilai tidak serius dan sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban ganti rugi.

 

Anak korban, Danil, menyatakan pihaknya meminta polisi untuk menyita mobil pelaku. Langkah tersebut diperlukan untuk dijadikan jaminan atau barang bukti.

"Kami oleh penyidik diminta membicarakan hal ini secara kekeluargaan (damai) lebih dulu, tapi susah sekali dihubungi dan sepertinya tidak serius. Makanya keluarga ingin polisi bertindak," ujar Danil kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga : Cerita Irma Korban Tabrakan di Makassar, Cemas Biaya Hidup Usai Operasi

Danil menuturkan dirinya sempat bertemu dengan pelaku di hadapan penyidik Unit Lakalantas Polrestabes Makassar. Pertemuan yang digelar Kamis (11/12/2025) itu sayangnya belum menemui titik temu.

 

Dalam pertemuan tersebut, Danil menjelaskan pihaknya sebenarnya telah menyampaikan keinginan agar laporannya tidak perlu dilanjutkan. Syaratnya adalah adanya kompensasi berupa pemberian ganti rugi yang layak dari pelaku.

Korban tabrakan, Irma, kini harus beristirahat lebih lama untuk proses penyembuhan karena kakinya patah dan baru saja dioperasi. Keluarga korban menyarankan untuk membeli obat herbal khusus agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat setelah obat dari rumah sakit habis.

Baca Juga : Pejalan Kaki Meninggal Ditabrak Pemotor saat Menyeberang di Jalan Budi Utomo Wajo

Masalahnya, harga obat herbal mahal sehingga semakin membebani keluarga korban. Korban Irma juga kini tidak bisa lagi mengantar anaknya ke sekolah karena kondisinya.

Akibatnya, keluarga harus merelakan mengeluarkan dana tambahan untuk biaya ojek online setiap harinya. Selain itu, Irma yang rutin membantu ekonomi keluarga dengan membuat kue dan menjajakannya, kini tidak bisa bekerja karena berjalan ke kamar mandi saja harus dibantu.

Suami korban, Basri, yang berprofesi sebagai nelayan, terpaksa tidak akan bisa melaut dalam waktu dekat. Hal ini karena Basri harus fokus membantu pemulihan Irma pasca operasi kaki yang patah.

Baca Juga : Gadis 17 Tahun Tewas Tergilas Truk Dekat Waduk Nipa-Nipa, Sempat Dituntun Ucapkan Syahadat

Danil berharap ada keseriusan pelaku untuk ikut membantu meringankan beban keluarga atas kejadian yang dialami. Meskipun biaya rumah sakit dan operasi kaki telah ditanggung oleh Jasa Raharja, dia tetap harus membeli kebutuhan lain seperti popok dan biaya perbaikan motor.

Dari pelaku, kata Danil, hanya bersedia memberikan uang Rp500 ribu sebagai biaya ganti rugi. Hal itu oleh keluarga korban justru dianggap pelaku tidak serius sehingga mereka meminta kepolisian menindaklanjuti laporannya.

Irma mengaku masih harus menjalani rawat jalan usai diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Kecelakaan itu sendiri terjadi di Jalan Sibula Dalam, Makassar, Minggu (7/12/2025).

Baca Juga : Ditabrak Dua Mobil Secara Beruntun di Tikungan Tajam, Pasangan Suami Istri Tewas di Wajo

"Dokter minta untuk melakukan check up karena masih ingin dilihat bagaimana perkembangan setelah operasi," ucap Irma.

BERITA TERKAIT