Minggu, 14 Desember 2025 09:39
Indosat Ooredoo Hutchison menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan masuk dalam daftar 2025 Fortune Best Companies to Work For Southeast Asia. Pengakuan ini menempatkan Indosat sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi asal Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat bersama perusahaan-perusahaan terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan masuk dalam daftar 2025 Fortune Best Companies to Work For Southeast Asia. Pengakuan ini menempatkan Indosat sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi asal Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat bersama perusahaan-perusahaan terbaik di kawasan Asia Tenggara.

 

Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi Indosat dalam membangun tempat kerja modern yang berfokus pada manusia, teknologi, dan keberlanjutan talenta di era digital. Fortune menilai perusahaan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kepercayaan karyawan, budaya kerja inklusif, hingga kemampuan perusahaan mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan sumber daya manusia.

Transformasi Menuju AI-Native Telco

Baca Juga : SATSPAM Jadi Standar Baru Keamanan Digital, IM3 Targetkan Perlindungan Nasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Indosat secara konsisten memposisikan diri sebagai AI-Native Telco, dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) ke dalam aktivitas kerja sehari-hari. Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari pengelolaan energi, optimalisasi rantai pasok penjualan, hingga sistem rekomendasi pengembangan karier yang lebih personal bagi karyawan.

 

Salah satu inovasi internal yang menjadi tulang punggung transformasi ini adalah Administration Assistant Robotic Indosat (ASTRID), asisten virtual berbasis AI yang membantu proses administrasi sumber daya manusia agar lebih cepat, akurat, dan efisien. Inisiatif tersebut didukung dengan pelatihan AI berskala perusahaan, memastikan seluruh karyawan siap berkolaborasi dengan teknologi masa depan.

Dampak Lebih Luas bagi Ekosistem Nasional

Baca Juga : Internet Tanpa Kabel, Indosat Dorong Revolusi Digital

Transformasi internal Indosat turut melahirkan program berdampak nasional. Melalui Indonesia AI Center of Excellence, Indosat berperan dalam memperkuat kapabilitas AI Indonesia. Program Sahabat AI juga dihadirkan sebagai model bahasa besar (LLM) open source berbahasa Indonesia, membuka akses teknologi AI yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Di sisi pelanggan, Indosat memanfaatkan AI untuk menghadirkan solusi Anti-Spam dan Anti-Scam, melindungi jutaan pengguna dari ancaman penipuan digital yang terus meningkat.

Budaya Inklusif dan Fokus Kesejahteraan

Baca Juga : Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan dengan AI untuk Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan dan Lebaran

Indosat juga menaruh perhatian besar pada budaya kerja inklusif dan kesejahteraan karyawan. Di tengah tantangan rendahnya tingkat partisipasi perempuan di dunia kerja nasional, perusahaan menargetkan peningkatan jumlah pemimpin perempuan serta memperkuat kebijakan pengembangan karier yang setara.

Kesejahteraan karyawan didukung melalui fasilitas kesehatan, layanan psikolog dan kesehatan mental, komunitas olahraga dan hobi, hingga program sosial. Dari sisi finansial, Indosat menyediakan skema kompensasi kompetitif, insentif berbasis kinerja, serta dukungan untuk berbagai fase penting kehidupan karyawan.

Untuk pengembangan kompetensi, perusahaan menyediakan lebih dari 400 program pelatihan per tahun dan akses ke 25.000 kursus daring, memastikan setiap karyawan memiliki kesempatan bertumbuh seiring perubahan industri.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Trafik dan Optimalisasi Jaringan, Ini yang di Lakukan Indosat

Kinerja Bisnis Sejalan dengan Pemberdayaan Karyawan

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa investasi pada talenta AI-native merupakan strategi jangka panjang perusahaan.

“Ketika karyawan membangun kecakapan AI, mereka tidak hanya mempercepat hasil bisnis, tetapi juga membuka peluang karier baru dan memperkuat kesiapan menghadapi masa depan di mana kolaborasi manusia dan AI menjadi kunci,” ujarnya.

Baca Juga : Kampanye Simplenya IM3 , Indosat Ajak Masyarakat Kota Makassar, Temukan Makna Bersama di Bulan Ramadan

Saat ini, Indosat melayani hampir 100 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Pada kuartal III 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 3,8% dan lonjakan laba bersih 29,1% secara kuartalan, mempertegas bahwa pemberdayaan karyawan berbanding lurus dengan performa bisnis.

Pengakuan Fortune ini sekaligus menegaskan posisi Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga mampu membangun ekosistem kerja berkelanjutan—tempat talenta tumbuh, inovasi berkembang, dan kinerja bisnis terus menguat.

BERITA TERKAIT