Rabu, 03 Desember 2025 20:23
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas). Tahun ini, BKGN hadir dengan pendekatan baru yang lebih menyeluruh, mengangkat tema “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet.”

 

Program tahunan hasil kolaborasi Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-16. Dengan dukungan 30 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi & Mulut Pendidikan di Indonesia, BKGN 2025 menargetkan 28.000 penerima layanan gratis, termasuk pembersihan karang gigi, tambal sederhana, aplikasi fluoride atau fissure sealant, serta pencabutan gigi.

Penyakit Gusi Jadi Sorotan Utama

Baca Juga : Teknologi Pepsodent AI Denta-Scan Lengkapi Layanan Konsultasi Gigi Online “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent”

Dekan FKG Unhas, drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D, Sp.RKG, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menyoroti penyakit gusi—permasalahan terbesar kedua kesehatan mulut setelah gigi berlubang.

 

“Banyak pasien datang ketika kondisinya sudah parah. Penyakit gusi ini sering disebut silent killer karena gejalanya tidak terasa di awal, padahal dampaknya bisa meluas hingga ke kesehatan sistemik seperti jantung, diabetes, bahkan komplikasi kehamilan,” jelas Irfan.

Ia menegaskan, pencegahan dini menjadi kunci karena sebagian besar kasus masih dapat diatasi pada tahap awal (gingivitis), sebelum berkembang menjadi periodontitis yang merusak tulang penyangga gigi secara permanen.

Baca Juga : Kampanye “Senyum Sehat Indonesia”, Pepsodent Gelar Edukasi dan Pemeriksaan Gigi Gratis Kepada 1.000 Santri dan Pengurus Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone

Layanan Gratis Didukung Tenaga Profesional

Direktur RSGMP Unhas, dr. Andi Tajrin, drg., M.Kes., Sp.BMM., Subsp.C.O.M (K), menuturkan bahwa dalam satu tahun terakhir rumah sakit telah menangani lebih dari 3.000 kasus penyakit gusi.

“Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah gusi di Makassar. Karena itu, dalam BKGN tahun ini kami menargetkan melayani 750 pasien dan memberikan edukasi kepada 2.000 siswa serta santri,” ungkapnya.

Baca Juga : Jaga Kesehatan Gigi Anak-anak Makassar, Danny Pomanto Dukung Program PDGI Brush Day and Night

RSGMP Unhas mengerahkan dokter gigi muda, dokter gigi umum, dokter spesialis, hingga subspesialis untuk memastikan layanan berjalan profesional dan ramah bagi seluruh pengunjung.

Pepsodent Perkuat Edukasi Gusi Melalui Musik

Unilever Indonesia melalui Pepsodent menghadirkan pendekatan unik untuk menggaungkan edukasi kesehatan gusi. Bersama band legendaris GIGI, Pepsodent merilis versi terbaru lagu ikonik “Aku Gigi, Mulut Rumahku” yang kini membawa pesan “Rahasia GIGI Kuat adalah GUSI yang Sehat.”

Baca Juga : Pemkab Gowa dan PDGI Sulselbar Gelar Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut

“BKGN hadir untuk menjawab tingginya kasus penyakit gusi di Indonesia. Tahun ini kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan sekaligus edukasi yang menyenangkan,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia.

Selain layanan gratis, Pepsodent juga memperkenalkan Pepsodent Gum Expert—pasta gigi dengan Active Zinc dan Vitamin E untuk membantu menurunkan plak, mengatasi gusi berdarah, dan menjaga kesehatan gusi selama 24 jam.

Edukasi Nasional Meluas hingga Daerah Terpencil

Baca Juga : Bulan Depan, Ada Pengobatan Gigi dan Operasi Bibir Sumbing Gratis di Gowa

Melalui dukungan 55 PDGI Cabang, edukasi BKGN tahun ini diperluas hingga wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, termasuk: Jeneponto, Luwu Timur, Sorong, Papua

Pendekatan pencegahan berbasis komunitas ini dinilai penting untuk menekan angka penyakit gigi dan mulut secara nasional.

Program yang Telah Menjangkau Jutaan Masyarakat

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010, BKGN telah: memberi layanan gratis kepada lebih dari 2,7 juta masyarakat, memperluas jangkauan edukasi ke sekolah-sekolah dan institusi, memperkuat kampanye nasional pentingnya pemeriksaan gigi ke dokter minimal dua kali setahun.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kesehatan gigi tidak dapat dipisahkan dari kesehatan gusi. Keduanya adalah fondasi Senyum Indonesia Hebat,” tutup drg. Mirah.

BERITA TERKAIT