RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau langsung proses pemasangan sambungan air bersih di Jalan Galangan Permandian I, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo pada Selasa (9/12/2025).
Di lokasi tersebut, Appi berdialog dengan warga yang telah puluhan tahun mengalami kekurangan air bersih, bahkan harus mengantre menggunakan jeriken setiap musim kemarau tiba.
Kondisi tersebut kini mulai berubah setelah Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin melakukan pemasangan sambungan PDAM secara gratis, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang menjadi kelompok paling terdampak selama ini.
Baca Juga : Cap Go Meh Makassar 2026,Wali Kota: Bukti Nyata Toleransi yang Harus Hidup Setiap Hari
"Lokasi ini bertahun-tahun tidak pernah mengalir air. Bahkan selalu jadi keluhan dan aspirasi warga setiap tahun. Hari ini, alhamdulillah, sudah bisa dinikmati," ujar Munafri.
Demi memastikan akses air bersih dapat masuk hingga ke lorong-lorong terdalam, Pemerintah Kota Makassar bersama PDAM mengaktifkan sambungan pipa dari Jalan Pontiku, jalur utama yang nantinya melayani seluruh wilayah utara kota.
"Saya memastikan langsung, bagaimana caranya persoalan ini selesai. Salah satunya adalah mengaktifkan sambungan dari Jalan Pontiku. Jalur ini yang akan melayani wilayah utara Kota Makassar," jelasnya.
Baca Juga : Appi Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis Saat Hadiri Festival Cap Go Meh 2026
Dalam kunjungan itu, Appi sengaja mendatangi rumah warga paling ujung untuk memastikan bahwa aliran air benar-benar sudah mengalir sampai titik terakhir jaringan.
"Saya sengaja cek di rumah Pak Haji Kai, yang paling ujung. Dan hasil pemasangan gratis hari ini, airnya sudah mengalir dengan sangat baik," ucapnya.
Meski beberapa rumah masih membutuhkan bantuan pompa kecil, aliran air kini sudah masuk dan dapat dipergunakan untuk kebutuhan harian tanpa harus membeli jeriken lagi.
Baca Juga : Safari Ramadan di Tallo, Appi Ingatkan Camat Antisipasi Penumpukan Sampah Jelang Idul Fitri
"Yang paling penting adalah air bersih sudah bisa dirasakan. Tidak harus lagi beli jeriken untuk kebutuhan sehari-hari. Itu yang terpenting," tegasnya.
Pria yang akrab disapa Appi itu, juga menekankan bahwa Pemkot Makassar akan memastikan stabilitas aliran, baik saat musim hujan maupun kemarau. Ia meminta warga menjaga penggunaan air agar tidak boros.
"Saya berharap masyarakat tidak boros. Kalau tidak terlalu penting, jangan gunakan air PDAM untuk siram jalan atau hal-hal yang tidak perlu. Pakailah sesuai kebutuhan," imbaunya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong Pendekatan Seni Atasi Kejahatan Jalanan
Di hadapan warga, Appi juga memberikan kabar gembira berupa penambahan sambungan gratis bagi 100 rumah di wilayah tersebut.
"Sebelum saya pulang, saya mau titip oleh-oleh. Dari PDAM, kita siapkan lagi sambungan gratis untuk 100 rumah di daerah sini," tuturnya.
"Ini untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih," lanjut Appi disambut tepuk tangan warga.
Baca Juga : Appi Singgung Dominasi Pejabat Dinas Pekerjaan Umum Makassar Saat Lantik 27 Pejabat
Dia berharap layanan air bersih yang kini masuk ke kawasan wilayah Utara, dapat meningkatkan kualitas hidup warga secara bertahap.
"Air bersih yang selama ini menjadi cita-cita, alhamdulillah hari ini terwujud. Mengalir langsung ke rumah-rumah masyarakat. Tidak ada lagi jeriken-jeriken yang didorong setiap hari," ungkapnya.
Di akhir kunjungan, Appi kembali menegaskan bahwa pelayanan PDAM Makassar akan terus ditingkatkan dan dipersembahkan untuk seluruh warga Kota Makassar.
"Pada dasarnya, selamat kepada warga atas hadirnya sambungan PDAM. Mudah-mudahan pelayanannya semakin baik untuk seluruh masyarakat Makassar," pesan Appi.
Air bersih sebagai kebutuhan dasar ditempatkan sebagai prioritas, sejajar dengan pembangunan fisik dan infrastruktur besar.
Pemerintah memahami bahwa kebutuhan harian masyarakat, seperti air bersih, akses layanan, dan fasilitas umum adalah fondasi bagi kota yang maju dan inklusif.
Melalui program sambungan air gratis, Pemerintah Kota Makassar tidak hanya memastikan ketersediaan air bersih, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi warga yang selama ini menanti hadirnya pelayanan negara.
Inilah momentum yang menegaskan bahwa Makassar dibangun untuk semua, tanpa terkecuali, mulai dari permukiman padat hingga lorong-lorong terdalam yang selama puluhan tahun tidak tersentuh jaringan air bersih.
Selain persoalan air bersih, Wali Kota Makassar, menekankan masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Ia menyebut ada dua penyebab utama, salah satunya saluran drainase yang tidak saling terhubung.
"Drainase kita banyak yang tidak terkoneksi sehingga butuh partisipasi warga untuk membersihkan saluran minimal di depan rumah masing-masing. Jangan mau bebas banjir kalau sampah masih dibuang ke solokan," katanya.
Ia memerintahkan lurah, Camat untuk menyiapkan tempat pembuangan sampah terpilah, serta memastikan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berjalan baik melalui camat, RT, dan RW.
"Sebagai langkah pencegahan, saya memastikan akan mengirim tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memberikan edukasi terkait penanganan bencana dan risiko kebakaran bagi warga setempat," tutup Munafri.