RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pemantapan jelang pemilihan RT/RW harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas agar proses demokrasi di tingkat akar rumput berlangsung tanpa gesekan.
"Saya berharap semua punya tanggung jawab yang sama untuk memastikan kegiatan ini terlaksana dengan aman dan lancar. Ini bukan hanya tanggung jawab lurah atau camat, tapi tanggung jawab semua warga," ujar Appi
Munafri menegaskan bahwa pemilihan RT/RW bukan ajang saling menjatuhkan atau memicu konflik antarpihak. Kontestasi dilakukan untuk memberikan ruang kepada warga menunjukkan kapasitasnya dan meraih kepercayaan masyarakat sebagai koordinator wilayah.
Baca Juga : Makassar Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Wali Kota Minta Warga Waspada dan Utamakan Keselamatan
"Pemilihan ini bukan untuk saling singgung, bukan gontok-gontokan, bukan mencari siapa yang paling jago. Ini tentang bagaimana masyarakat diajak berkontestasi sehat dan mendapatkan amanah untuk mengurus lingkungannya," tambahnya.
Menurut Munafri, RT/RW terpilih nantinya akan menjadi garda depan pemerintah dalam mengurus berbagai persoalan sosial masyarakat, termasuk menyalurkan program pembangunan di wilayah masing-masing.
" Saya yakin Ketua RT/RW terpilih nanti akan sibuk mengurusi masyarakat di sekitarnya. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan program, memberikan intervensi sosial, dan memastikan bantuan tepat sasaran," jelasnya.
Baca Juga : Munafri Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan Saat Buka Workshop APEC
Ia juga mengingatkan para calon untuk menjaga persatuan setelah pemilihan. Siapa pun yang menang ataupun kalah diminta merawat kebersamaan demi kepentingan warga.
"Kalau menang, rangkul yang kalah. Kalau kalah, ikut bersama yang menang. Jangan bikin kubu-kubuan. Kasihan pendukungnya kalau terpecah, mereka bisa tidak mendapat layanan hanya karena gengsi. Yang terpilih adalah milik seluruh warga, bukan kubu tertentu," sambung Appi.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa potensi sengketa setelah pemilihan sudah diatur dengan jelas. Tidak ada lagi ruang mengungkit masalah administratif lama setelah proses berjalan. Ia meminta seluruh calon menjaga marwah pemilihan dan menghindari tindakan yang dapat memicu permusuhan.
Baca Juga : FISIP Unhas Temui Wali Kota Makassar Bahas Bahas Strategis Pengelolaan Wilayah Kepulauan
"Ini bukan ajang bermusuhan. Ini untuk membangun kebersamaan dan memastikan ada penghubung antara masyarakat dan pemerintah," tuturnya.
Salah satu poin utama yang ditekankan Munafri adalah transparansi total, terutama dalam proses distribusi surat suara dan logistik pemilihan.
"Mulai dari pendistribusian kertas suara harus sangat transparan. Berapa yang diterima, dipakai, dan tersisa harus dicatat jelas di depan TPS supaya tidak ada fitnah," tegasnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Akan Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Demi Pemerintahan yang Bersih
Ia menyebut waktu persiapan hanya tersisa dua hari, sehingga seluruh jajaran diminta fokus penuh tanpa menyisakan ruang bagi potensi perdebatan yang tidak relevan.
"Saya tidak mau dengar ada ribut-ribut persoalan kecurangan, apalagi melibatkan panitia. Kadang tekanan membuat panitia ikut arus. Jangan sampai terjadi. Netralitas harus dijaga," katanya.
Ia meminta lurah dan panitia menjaga profesionalitas serta memastikan seluruh tahapan mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditetapkan.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Serukan Soliditas Alumni SMADA Bangun Kota Makassar
"Jangan lagi ada persoalan lama dari masa pendaftaran yang dibawa sampai hari pemilihan. Mekanismenya sudah berjalan, tinggal diikuti," tutupnya.