RAKYATKU.COM,PAREPARE--Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Makmur Husain, angkat bicara menanggapi sorotan salah satu anggota DPRD Parepare terkait anggaran pembangunan toilet di sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang dinilai terlalu besar.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Makmur menegaskan bahwa pandangan tersebut keliru karena membandingkan pembangunan toilet sekolah dengan rumah subsidi yang memiliki perhitungan dan fungsi berbeda.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
“Keliru jika disamakan dengan rumah subsidi yang harganya sekitar Rp180 juta per unit, sementara pembangunan toilet sekolah dianggarkan Rp160 juta. Rasio WC di sekolah itu dihitung berdasarkan jumlah siswa, bukan sekadar bangunan fisik,” tegas Makmur, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Baca Juga : Parepare Jadi Tuan Rumah Kejurnas Drag Bike Region V dan VI Sulsel Putaran Kelima
Ia menjelaskan, pembangunan toilet sekolah mengacu pada standar minimal fasilitas pendidikan, di mana setiap sekolah wajib memiliki minimal tiga unit WC — masing-masing untuk siswa laki-laki, siswa perempuan, dan guru.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
“Fasilitas WC di sekolah sudah ada standar minimalnya. Selain itu, kami juga memperhitungkan jumlah siswa di tiap sekolah. Kalau siswa laki-laki 60 orang dan perempuan 50 orang, tentu kebutuhan toiletnya tidak cukup hanya satu atau dua,” ujarnya.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Menyoal nilai anggaran yang dinilai tinggi, Makmur menegaskan bahwa seluruh perhitungan mengacu pada Satuan Standar Harga (SSH) yang berlaku di Pemerintah Kota Parepare.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Baca Juga : Pembinaan Mental dan Religiusitas ke-3 Digelar, Tasming Dorong Pelajar Perkuat Ibadah dan Lancar Mengaji
“Soal nilai anggarannya itu mengacu pada SSH. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dibuat oleh perencana berdasarkan harga satuan yang telah ditetapkan. Selama sesuai dengan SSH dan sudah melalui proses review ,tentu tidak ada masalah,” terang Makmur.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Parepare, Faisal Hasyim, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas program pembangunan toilet sekolah yang dijalankan Pemerintah Kota Parepare.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Menurutnya, ketersediaan toilet di sekolah sangat penting sebagai bagian dari fasilitas penunjang kenyamanan dan kebersihan siswa.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
“Sekarang toilet yang ada belum mencukupi. Dengan 60 murid laki-laki dan 50 perempuan, idealnya kami harus punya enam toilet. Namun, saat ini hanya tersedia dua untuk laki-laki dan dua untuk perempuan. Jadi memang masih butuh tambahan,” kata Faisal.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Ia menegaskan, program pembangunan toilet sekolah ini sangat membantu pihak sekolah dalam menyediakan sarana yang layak bagi siswa dan guru.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
“SD Negeri 3 Parepare sangat membutuhkan dan menyambut positif pengadaan toilet yang sementara dibangun ini,” tandasnya. (*)