RAKYATKU.COM,PAREPARE--Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, meninjau langsung hari terakhir pelaksanaan program pengerukan dan pembersihan Sungai di Kelurahan Lompoe.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Parepare dalam mengantisipasi potensi banjir akibat luapan air di musim penghujan.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Tasming turun langsung ke Hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Jawi-Jawi, tepatnya di titik pertemuan dengan DAS Sungai Karajae, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Parepare dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Baca Juga : Parepare Raih Terbaik I Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Fiskal Rp2 Miliar
“Kita pantau bagaimana hasil daripada pengerukan yang dilakukan oleh teman-teman dari Dinas PUPR,” ujar Tasming Hamid di lokasi. Sabtu (1/11/2025).
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Program pengerukan sungai ini telah berlangsung selama satu bulan penuh, dimulai dari Hulu Sungai Jawi-Jawi hingga Hilir Sungai Karajae. Tujuannya, untuk memastikan aliran air tetap lancar, menghindari penyumbatan, dan mengurangi risiko genangan maupun banjir di kawasan padat penduduk.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Tasming menegaskan, langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari visi dan misi pemerintahan Kota Parepare dalam menata ruang serta mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Baca Juga : Tudang Laongruma di Bacukiki, Tasming Hamid Tekankan Pentingnya Musyawarah Petani
“Ini merupakan tindak lanjut dari visi dan misi kami yang menekankan pentingnya penataan ruang dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah banjir. Pemerintah Kota Parepare akan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Parepare Bebas Banjir,” tegas mantan Anggota DPRD dua periode itu.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Budi Rusdi mengatakan kegiatan pembersihan sungai dari hulu hingga hilir ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara menyeluruh oleh Pemkot Parepare, terutama setelah banjir besar yang melanda kota tersebut pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
“Pembersihan dari hulu hingga ke hilir sungai ini dilakukan menggunakan dua unit excavator agar pekerjaan berjalan maksimal dan tidak terkendala kondisi cuaca,” katanya.
Baca Juga : Parepare Raih Penghargaan Terbaik III Akses Layanan Pendidikan Regional Sulawesi
Baca Juga : Tasming Hamid Tinjau Jalan Ambo Matti, Progres Pengaspalan Sudah 80 Persen
Baca Juga : Antrean BBM Mengular, Pemkot Parepare dan Pertamina Evaluasi Kuota serta Distribusi
Adapun kegiatan pembersihan sungai tersebut, kata dia, mencakup panjang 2.259 meter di Segmen 1 dan 1.150 meter di Segmen 2, dari total 8.830 meter panjang sungai yang terbagi dalam enam segmen utama. (*)