GOWA — Bupati Gowa, Husniah Talenrang menyerukan pesan persatuan kepada seluruh masyarakat menyusul kondisi nasional yang memanas beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa kedamaian adalah modal terbesar Kabupaten Gowa untuk terus tumbuh maju dan menjadi rumah yang aman bagi semua warganya.
Seruan ini disampaikan Bupati Talenrang dalam kegiatan Deklarasi Damai Kabupaten Gowa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Selasa (2/9).
Menurutnya, deklarasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan di Gowa.
Baca Juga : Selamat Ulang Tahun ke 44 Andi Tenri Indah, Istri Wakil Bupati Gowa
“Tanpa keamanan tidak ada pembangunan, tanpa kedamaian tidak ada kesejahteraan, dan tanpa persaudaraan tidak ada kekuatan,” tegas Bupati Talenrang.
Ia mengingatkan bahwa dinamika sosial saat ini menuntut kewaspadaan kolektif. Cepatnya arus informasi, maraknya provokasi dan berita palsu, serta potensi gesekan di masyarakat harus disikapi dengan kesabaran dan pengendalian diri.
Pemerintah Kabupaten Gowa, kata dia, telah mengambil langkah nyata melalui dialog dengan pemuda dan mahasiswa, pelaksanaan doa dan dzikir bersama, serta penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak.
Baca Juga : Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dilaksanakan di Kabupaten Gowa
“Kita tidak ingin Gowa menjadi halaman berikutnya dalam buku tragedi bangsa. Karena itu kita pilih jalan dialog, spiritualitas, dan kepedulian sosial sebagai benteng agar kedamaian tetap terjaga,” ujarnya.
Warisan Nilai Budaya Gowa
Bupati juga menyinggung pelajaran pahit dari berbagai peristiwa kekerasan di sejumlah daerah yang menimbulkan kerugian materi maupun korban jiwa. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional, tetapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Baca Juga : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin: Bela Negara Bukan Hanya Perang
Dalam konteks lokal, ia menegaskan masyarakat Gowa memiliki warisan budaya luhur yang menjadi perekat kebersamaan. Nilai-nilai sipakatau, sipakalabbiri, dan sipakainga telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Gowa.
“Jangan biarkan api kekerasan dan brutalitas singgah di tanah ini. Biarlah Gowa dikenang sebagai negeri persaudaraan, di mana perbedaan dipeluk, bukan dipertentangkan,” pesan Bupati Talenrang.
Bupati menegaskan bahwa deklarasi ini adalah ikhtiar nyata yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia berharap Gowa terus menjadi rumah bersama yang damai, aman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Baca Juga : Darmawangsyah Muin dan Istri Terima Penghargaan Pramuka di Cibubur
“Gowa adalah rumah kita bersama. Rumah ini akan kuat bila bahunya rapat, lisannya teduh, dan tangannya saling menolong. Mari bersatu untuk membangun Gowa lebih maju,” tutupnya.
Deklarasi Damai ini menghasilkan beberapa komitmen bersama, di antaranya:
- Menolak segala bentuk kekerasan.
- Menjaga fasilitas publik.
- Mengutamakan dialog dalam penyelesaian perbedaan.
- Merawat persatuan dengan semangat kebersamaan.
Sebanyak 8 perwakilan masyarakat turut menyampaikan orasi dukungan terhadap Deklarasi Damai. Salah satunya tokoh masyarakat Gowa, Baharuddin Mangka, yang menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga harmoni.
Baca Juga : Lantik Pengurus KONI Sidrap, Darmawangsyah Muin Ingatkan Perkuat Kerjasama untuk Pembinaan Atlet
“Damai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban kita semua. Bila rakyat Gowa berdiri bersama, tidak ada provokasi yang bisa memecah persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, perwakilan partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga aparat pemerintah desa dan kelurahan.