RAKYATKU.COM,PAREPARE--Pemerintah Kota Parepare segera membentuk pos pengaduan masyarakat terkait Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Hal itu diungkapkan Penjabat Sekretaris Daerah Parepare, Amarun Agung Hamka, Jum’at (22/8/2025).
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Hamka menjelaskan, pos pengaduan tersebut akan tersedia di masing-masing kelurahan untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Baca Juga : Parepare Jadi Tuan Rumah Kejurnas Drag Bike Region V dan VI Sulsel Putaran Kelima
“Ya, jadi kami membentuk pos pengaduan pada masing-masing kelurahan. Aduan tentunya yang berkaitan dengan SPPT PBB,” ujar Hamka.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Sebelumnya, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, telah mengambil langkah cepat merespons dinamika di masyarakat terkait penyesuaian PBB-P2.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Dia menginstruksikan penghentian sementara penagihan PBB, khususnya kepada wajib pajak yang mengalami kenaikan tarif signifikan.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Baca Juga : Pembinaan Mental dan Religiusitas ke-3 Digelar, Tasming Dorong Pelajar Perkuat Ibadah dan Lancar Mengaji
“Bapak Wali Kota meminta untuk sementara waktu tidak dilakukan penagihan PBB, terkhusus kepada wajib pajak yang mengalami kenaikan tarif,” tegas Hamka.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Dasar Hukum Penyesuaian Tarif
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Kebijakan PBB-P2 ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang ditetapkan pada 29 Desember 2023 dan mulai berlaku 5 Januari 2024. Regulasi tersebut mengintegrasikan seluruh aturan pajak dan retribusi daerah sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2022.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Dalam perda itu, dasar pengenaan PBB-P2 adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dengan NJOP Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) ditetapkan sebesar Rp10 juta per wajib pajak. Tarif PBB-P2 dibedakan berdasarkan klasifikasi NJOP:
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
≤ Rp250 juta : 0,025%
Rp250 juta – ≤ Rp500 juta : 0,05%
Rp500 juta – ≤ Rp1 miliar : 0,075%
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Dari hasil penerapan perda, sekitar 65,5% wajib pajak mengalami penurunan, 16,89% tetap, dan 17,61% mengalami kenaikan. Meski mayoritas wajib pajak justru mendapat keringanan, sejumlah warga melaporkan kenaikan cukup signifikan, bahkan hingga 453% pada kasus tertentu akibat penyesuaian NJOP dan pemanfaatan objek pajak.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Sosialisasi Masif dan Target Pajak
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Merespons hal tersebut, Pemkot Parepare menyiapkan strategi sosialisasi masif agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme penyesuaian tarif.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
“Pemerintah akan melakukan sosialisasi yang massif agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme penyesuaian tarif ini,” jelas Hamka.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Ia menambahkan, penghentian sementara penagihan diharapkan dapat meredam potensi gejolak di tengah masyarakat.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Tahun ini, Pemkot Parepare menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp6,116 miliar atau naik sekitar 1% dibanding target tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 miliar. Dari total 51.183 wajib pajak, tercatat 9.015 mengalami kenaikan, 33.544 mengalami penurunan, dan 8.624 tetap.
Baca Juga : Amarun Agung Hamka Pimpin PBSI Parepare, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Baca Juga : Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Baca Juga : Ribuan Warga Parepare Gelar Sholat Istisqa, Munajat Bersama Memohon Turunnya Hujan
Dengan langkah penundaan penagihan serta agenda sosialisasi, Pemkot Parepare optimistis penerimaan pajak tetap tercapai sambil menjaga ketenangan dan kepercayaan masyarakat. (*)