RAKYATKU.COM,PAREPARE--Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Hermanto terus menunjukkan komitmen merealisasikan 18 program unggulan sesuai janji politiknya. Salah satunya melalui program Parepare Bebas Banjir.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Komitmen itu diwujudkan dengan pelaksanaan sosialisasi kegiatan pembersihan sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Parepare di Jalan Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, yang kerap dilanda banjir saat musim penghujan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Parepare, Irwan, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kegiatan akan difokuskan pada Sungai Jawi-Jawi yang selama ini menjadi sumber genangan banjir di beberapa wilayah.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Baca Juga : Inisiasi Program Safari Dakwah, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Terima Andalusia Award
“Berdasarkan survei, kondisi sungai sudah mengalami banyak perubahan akibat pemukiman, penyempitan badan sungai, sedimentasi, serta hambatan dari ranting dan batang pohon yang terbawa arus dari hulu. Karena itu, pembersihan sungai menjadi prioritas agar laju air tetap lancar menuju hilir,” jelas Irwan.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang sebagai pemangku kewenangan utama. “Kami terus berkomunikasi dengan pihak balai dan saat ini tinggal menunggu rekomendasi. Pembersihan sungai ini merupakan tahap awal sebelum ada langkah lanjutan yang ditangani tim ahli,” tambahnya.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Dalam pelaksanaan nanti, kata Irwan, akan dikerahkan alat berat untuk membuka alur sungai. Material galian akan ditempatkan di pinggir sungai sekaligus berfungsi sebagai tanggul penahan ketika air meluap. Ia pun berharap dukungan penuh dari masyarakat, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta lurah agar program ini berjalan lancar.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Baca Juga : Resmikan Masjid Anas Bin Malik, Tasming Hamid: Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Umat
"Insya Allah, kita mulai tahap awalnya bulan ini. Mohon dukungannya agar program ini berjalan maksimal guna kepentingan kita semunya," ujar Irwan.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
Dalam sesi diskusi, sejumlah warga turut menyampaikan saran. Ramlah, warga Tegal 2, mengusulkan pembangunan bronjong sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Rosmini menekankan perlunya penyediaan tempat sampah karena tumpukan sampah turut memperparah banjir. Sementara Jamil Hasyim menyarankan pembuatan jalur alternatif aliran air, mengingat debit sungai kerap meluap. Ada juga warga lain yang meminta agar dibuat jalur evakuasi jika banjir tetap terjadi.
Baca Juga : Pemkot Parepare Kunjungi RS Fatima, Bahas Isu Larangan Hijab Saat Dinas
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Baca Juga : Manjakan Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik , PT DLU Siagakan Dua Armada
“Ini baru tahap awal. Setelahnya, akan ada kajian lebih lanjut oleh tim ahli untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Adapun untuk penanganan di wilayah hulu, sepenuhnya menjadi kewenangan balai, namun kami tetap menjalin komunikasi intensif,” tutup Irwan.(*)