RAKYATKU.COM, MAKASSAR– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat penyaluran kredit sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan mencapai Rp61,62 triliun per Juni 2025. Jumlah tersebut disalurkan kepada 917.957 debitur UMKM di seluruh wilayah provinsi.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan bahwa porsi kredit UMKM terhadap total kredit di Sulsel terus meningkat, mencapai 37,53 persen dengan kualitas kredit relatif terjaga pada rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 4,76 persen.
“UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Sulawesi Selatan. Penyaluran kredit ini menunjukkan perbankan semakin aktif mendorong akses pembiayaan, sejalan dengan komitmen OJK memperkuat inklusi keuangan,” jelas Muchlasin.
Berdasarkan sebaran wilayah, penyaluran kredit UMKM tertinggi tercatat di Kota Makassar dengan Rp23,87 triliun atau 38,74 persen dari total kredit UMKM Sulsel, disusul Kota Palopo Rp3,58 triliun, serta Kabupaten Bone Rp3,54 triliun.
Dari sisi jumlah pelaku, Sulsel memiliki 1,57 juta unit UMKM, dengan dominasi usaha perdagangan besar dan eceran serta sektor akomodasi dan kuliner.
KUR Tumbuh Rp9,36 Triliun
Baca Juga : Ramayana Group Hadirkan Ramayana Fair 2025, Dorong Pemulihan Ekonomi dan UMKM Lokal
Selain kredit perbankan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulsel hingga 31 Juli 2025 tercatat sebesar Rp9,36 triliun, dengan jumlah debitur mencapai 163.776. Penyaluran terbesar diserap oleh sektor pertanian Rp4,60 triliun (49,15%) dan sektor perdagangan Rp3,02 triliun (32,22%).
Penyaluran KUR tertinggi berada di Kabupaten Bone Rp953 miliar (10,18%) dan Kota Makassar Rp880 miliar (9,40%).
Fintech & LKM Perkuat Akses UMKM
Baca Juga : Makassar Great Sale 2025: Sinergi Pemerintah dan Pusat Perbelanjaan Dorong Ekonomi Kota dan UMKM Lokal
Selain perbankan, perkembangan fintech peer-to-peer (P2P) lending juga mendorong akses pembiayaan UMKM. Hingga Juni 2025, outstanding pinjaman fintech di Sulsel mencapai Rp2,03 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 37,46 persen.
Sementara itu, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencatat outstanding pembiayaan Rp213,5 miliar dengan jumlah rekening nasabah lebih dari 26 ribu. Lembaga keuangan khusus seperti PNM, Pegadaian, dan BSMI turut menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp1,71 triliun.
Muchlasin menegaskan, OJK akan terus memperkuat sinergi dengan perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk memperluas akses pembiayaan.
Baca Juga : Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring di Makassar, Wujud Transformasi Digital dan Inklusi Keuangan
“Harapan kami, pertumbuhan kredit UMKM yang sehat akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.