RAKYATKU.COM -- Kanker payudara adalah "pembunuh tersembunyi" bagi kesehatan wanita, terutama di Indonesia, di mana banyak wanita yang melewatkan waktu terbaik untuk mendapatkan pengobatan karena kendala medis atau kurangnya pemahaman tentang penyakit ini. Hari ini, kami akan berbicara kepada Anda tentang pilihan pengobatan kanker payudara melalui kisah nyata dari seorang pasien Indonesia.
Kisah pasien : Berbagi pengalaman nyata dari pasien tumor payudara berukuran 29cm yang pecah
Pada Februari 2024, Any dari Makassar didiagnosis menderita kanker payudara saat hamil tujuh bulan. Dia dengan tegas memutuskan untuk "melindungi bayinya terlebih dahulu" dan menunda pengobatan. Setelah anaknya lahir, tumor tumbuh dengan cepat dari 3cm menjadi 28cm, dan didiagnosis sebagai tumor phyllodes ganas. Setelah operasi, karena tidak segera melakukan radioterapi selama masa menyusui, tumor kambuh dan mengalami pembusukan, memperburuk kondisinya.
Pada November 2024, sebuah acara sharing pengalaman melawan kanker membawa harapan baru. Penyintas kanker payudara, Ibu Yo Siu King, berbagi pengalaman pengobatannya di Modern Cancer Hospital Guangzhou, yang mengembalikan kepercayaan diri keluarga Any. Pada Januari 2025, Any pergi Modern Cancer Hospital ke Guangzhou untuk mendapatkan perawatan medis untuk tumornya yang telah berukuran 29cm dengan luka yang bernanah dan berdarah. Tim MDT rumah sakit merumuskan rancangan pengobatan komprehensif, meliputi terapi intervensi, operasi pengangkatan radikal (R0), dan teknik rekonstruksi payudara.
Pada Februari 2025, operasi berhasil mengangkat tumor seberat 3,5kg, dan pemulihan pasca-operasi berjalan dengan baik. Ke depannya, Any akan menjalani prosedur rekonstruksi payudara. Kisah Any menunjukkan kekuatan pengobatan modern dan memberikan harapan kepada lebih banyak pasien.
Berbagai pilihan pengobatan kanker payudara : Deteksi dini, pengobatan dini
Kisah Any mengajarkan kita untuk lebih memahami betapa berbahayanya kanker payudara, sekaligus menunjukkan keterbatasan dari pengobatan konvensional. Pengobatan kanker payudara konvensional biasanya berfokus pada operasi pengangkatan total dan kemoterapi atau radioterapi, namun metode-metode ini sering kali disertai dengan luka sayat yang besar dan efek samping yang berat. Operasi pengangkatan total dapat menyebabkan hilangnya payudara, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental wanita; sementara kemoterapi dan radioterapi konvensional dapat menyebabkan masalah seperti kerontokan rambut, mual, penurunan kekebalan tubuh, dan menambah penderitaan pasien.
Sebaliknya, Modern Cancer Hospital Guangzhou mengadopsi mode diagnosis dan pengobatan multidisiplin MDT yang terkemuka di dunia, untuk memberikan rancangan pengobatan yang lebih akurat dan manusiawi kepada pasien. Selain metode pengobatan konvensional, rumah sakit ini juga menguasai teknik-teknik canggih seperti pengobatan Minimal Invasif Komprehensif yang dikombinasikan dengan TCM, operasi konservasi payudara, serta rekonstruksi payudara. Metode-metode ini tidak hanya efektif dalam mengecilkan tumor dan mengurangi risiko kekambuhan, tetapi juga meminimalkan kerusakan pada tubuh pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Intervensi: Minim luka, pemulihan cepat, obat langsung mencapai lesi, penyusutan tumor lebih efisien!
Jika Anda atau keluarga Anda sedang menghadapi kesulitan dalam pengobatan kanker, segera hubungi Pusat Layanan Internasional Jakarta/Makassar/Surabaya/Medan/Batam Modern Cancer Hospital Guangzhou (0813 9999 5089) untuk konsultasi dengan ahli onkologi secara personal dan layanan lainnya.
Kondisi spesifik bervariasi tergantung pada hasil pengobatan individu