RAKYATKU.COM, WAJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, melalui Badan Pengelola Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) menggelar Focus Group Discusion (FGD), Kamis, 6 Juni 2024 di Aula Hotel Sermani Sengkang.
FGD ini digelar dalam rangka persiapan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Sekertaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani, saat membuka FGD mengatakan, Penyusunan APBD merupakan salah satu proses penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Baca Juga : Harapan Pemudik Terwujud! Bupati Wajo Lepas Program Mudik Gratis Siwa–Tobaku
APBD tidak hanya merupakan dokumen keuangan, tetapi juga dokumen politik, hukum, dan administrasi yang mencerminkan komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan dan pelayanan publik secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Armayani menekankan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian kita bersama dalam penyusunan APBD 2025, diantaranya:
1. Prioritas Pembangunan,
Baca Juga : Bupati Andi Rosman Dorong WARE 2026 Jadi Agenda Tahunan dengan Perputaran Ekonomi Capai Rp16 Miliar
Anggaran yang disusun benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan daerah. Fokus utama harus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
2.Transparansi dan Akuntabilitas
Penyusunan APBD harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Pemerintah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan mengawasi proses ini. Setiap alokasi anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas.
Baca Juga : Muhammad Ibnu Hasyim Kini Pimpin PUPR Wajo
3.Efisiensi dan Efektivitas Anggaran
Dalam kondisi keuangan yang terbatas, kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola anggaran. Setiap pengeluaran harus dipastikan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Efisiensi dan efektivitas anggaran harus menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan.
4.Peningkatan Pendapatan Daerah
Baca Juga : Amshar Apresiasi Kesiapan Pengamanan Lebaran dalam Apel Operasi Ketupat 2026
Upaya peningkatan pendapatan asli daerah harus terus kita galakkan. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang ada, serta eksplorasi sumber-sumber pendapatan baru harus menjadi fokus. Hal ini penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat.
5.Kolaborasi dan Sinergi
Penyusunan APBD adalah kerja bersama. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya sangat diperlukan. Kita harus bekerja bersama-sama, saling mendukung dan melengkapi untuk mencapai tujuan pembangunan yang dicita-citakan.
Baca Juga : Wajo Terima Alokasi IJD Tertinggi di Sulsel, Wabup Apresiasi Perjuangan Andi Iwan Darmawan Aras
Diakhir sambutannya, Armayani menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses penyusunan APBD 2025 ini.
"Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyusunan APBD 2025," ujarnya.
Kepala Bidang Anggaran dan Perencanaan Pendapatan BPKPD Kabupaten Wajo, Syahmadiyah, mengatakan, FGD ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6 sampai 7 Juni.
Adapun pesertanya, lanjutnya, berasal dari OPD.
"Pematerinya berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan dan Kepolisian," tutupnya.