RAKYATKU.COM, WAJO - Pasca terjadinya banjir bandang yang melanda Kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Keera pada Jumat, 3 Mei 2024 yang lalu, menyebabkan terjadinya genangan lumpur yang cukup besar menerpa sejumlah fasilitas umum, fasilitas pemerintah, dan perumahan warga.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Pj. Bupati Wajo, Andi Bataralifu, sejak awal memberikan arahan pembersihan pada sarana fital pelayanan kesehatan.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Atas partisipasi sejumlah pihak pasca banjir bandang, Bataralifu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah tergerak memberikan aksi peduli kemanusiaan di Pitumpanua, dan wilayah Wajo lainnya.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Baca Juga : Ribuan Peserta Semarakkan Pawai Hijratur Rasul di Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping
"Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan ucapan terima kasih yang dalam, kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk kepada Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Kolaka utara yang sampai saat ini masih bekerja di Siwa, semoga semua yang kita lakukan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri tersebut.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Kalaksa BPBD Wajo, Dr. Syamsul Bahri, menyebutkan, tercatat sejumlah 3837 rumah warga terdampak genangan lumpur, 17 init fasilitas sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun madrasah dan pesantren, 11 masjid dan mushallah, 5 unit sarana kesehatan seperti Rumah Sakit, puskesmas, pustu, polindes, 13 unit sarana perkantoran seperti kantor camat, rumah dinas camat, kantor desa/Lurah, polsek, dan lain-lain.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Sehingga kondisi tersebut, lanjutnya, menggerakkan berbagai kalangan, baik dari dalam maupun dari luar Kabupaten Wajo, bahu-membahu mengadakan pembersihan di Siwa ibukota Kecamatan Pitumpanua.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Baca Juga : Bupati Wajo Dorong Pengurus Baru KKW Kaltim Perkuat Persaudaraan dan Pembangunan Daerah
"Sejak hari pertama pasca terjadinya banjir bandang, segenap unsur baik pemerintah maupun non pemerintah dan berbagai komunitas relawan, seperti bantuan armada Damkar dan suplay tangki air bersih dari Pemkot Pare-Pare, Barru, Soppeng, Bantaeng, Sinjai, Kota Makassar, dan Damkar Wajo sendiri. Bahkan ada bantuan Loader dari Balai Pompengan Propinsi Sulawesi Selatan dan KKW Kolaka Utara, terjun melakukan aksi pembersihan, terutama pada fasilitas Rumah sakit umum siwa, puskesmas, masjid, dan sekolah", ungkap Komandan posko penanggulangan bencana banjir Wajo ini.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
Camat Pitumpanua Junisatry Rasyid selaku Korlap posko penanganan banjir di Pitumpanua mengakui, jika penanganan pasca banjir melibatkan banyak pihak dari berbagai elemen.
Baca Juga : Wajo Jadi Lokus Studi Tiru CSR, Pemkab Barru Ingin Optimalkan Program untuk Masyarakat
Baca Juga : Respons Cepat Bupati Wajo, Andi Rosman Sidak Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya
Baca Juga : Wacana Sekolah Lima Hari di Wajo Dinilai Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Peran Keluarga
"Banyak pihak yang membantu, kalau Loader KKW Kolaka Utara sudah seminggu disini, masih bekerja sampai sekarang, di rumah sakit, puskesmas, masjid raya, termasuk sekolah, mereka sangat membantu, terima kasih," ucap alumni STPDN ini.