Rabu, 08 Mei 2024 12:04
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, LUWU - Bantuan beras bertuliskan "Menunggu Pj Sekda Sulsel" yang sempat menjadi sorotan ternyata disebabkan adanya miskomunikasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Daerah Luwu.

 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Abdul Malik Faisal, mengatakan, bantuan dari Pemerintah Provinsi berupa beras 10 ton tersebut sudah tiba di Posko Induk Penanganan Bencana, di Lapangan Andi Djemma Luwu, kemarin, Selasa, 7 Mei 2024.

 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

 

 

"Bantuan saya terima selaku Penanggungjawab distribusi penyaluran bantuan kepada korban bencana banjir di Sulsel. Jadi, hanya miskomunikasi," kata Malik, Rabu, 8 Mei 2024.

 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

 

Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang

Saat penyerahan, kata Malik, juga hadir dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu. Bantuan tersebut kemudian langsung disalurkan kepada korban terdampak banjir dan longsor.

 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

 

"Kemarin beras bantuan Pemprov itu langsung disalurkan. Kemarin sore tersalurkan 3 ton, dan pagi ini lanjut lagi ke kawasan terdampak banjir. Jadi tidak ada masalah. Bantuan 10 ton beras sementara tersalurkan. Aman. Hanya miskomunikasi," jelasnya. 

 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

 

Malik berharap, dalam kondisi seperti saat ini, semua tetap kompak melakukan percepatan pemulihan pascabencana. Apalagi, Kabupaten Luwu membutuhkan perhatian dan kerja bersama agar kondisi kembali pulih dan masyarakat bisa beraktifitas normal seperti sediakala.