Rabu, 27 Maret 2024 09:20
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, saat kunjungan kerja Desa Mattampa Walie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Selasa (26/3/2024). (Foto: Pemprov Sulsel)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, BONE - Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, konsisten dalam pelaksanaan program prioritas ketahanan pangan sekaligus mencegah kemiskinan ekstrem melalui program bantuan 100 juta benih ikan.

 

Teranyar, Selasa (26/3/2024), 600 ribu benih ikan nila ditebar di tiga lokasi di Kabupaten Bone sehingga total sudah 2,7 juta benih ikan ditebar di daerah ini.

Bahtiar bersama Pj Bupati dan Ketua DPRD Bone menebar 200 ribu benih ikan nila di Desa Mattampa Walie, Kecamatan Lamuru.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang

Warga Desa Mattampa Walie, Andi Sainal Ardi, menyatakan bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga karena akan berguna untuk memenuhi pangan serta pendapatan ekonomi.

 

"Di sini juga memang banyak warga yang penghasilannya dari menangkap ikan serta dekat sini ada pasar ikan," ujarnya.

Sementara, Pj Gubernur Bahtiar mengaku ingin daerah-daerah yang dapat dihidupi ikan untuk ditebar benih, seperti sungai, danau dan bendungan.

Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang

"Ini program saya di bidang perikanan supaya tambah gizi masyarakat," katanya.

Dia meminta pemerintah setempat memikirkan agar memanfaatkan potensi yang ada berupa aliran sungai di daerah sekitarnya untuk dibuat tambak-tambak sehingga menjadi pendapatan alternatif masyarakat.

"Seperti di sini airnya bisa dipompa atau dibuat saluran, ini karena belum ada tambaknya, ide ini karena saya minggu lalu lihat di Desa Lea (Kecamatan Tellu Siattinge)," paparnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan bibit timun dan cabai kepada warga. "Kalau mau kami berikan lagi bibitnya, ini kami tambahkan empat dos bibit cabai ini bisa sampai 100 hektare," kata Bahtiar.