Minggu, 25 Juni 2023 17:19
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM -- Menularkan semangat literasi perlu dilakukan dalam suasana menyenangkan. Salah satu caranya melalui kegiatan Kemah Literasi, sebagaimana diadakan Duta Literasi (Durasi) Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Panrita Lestari. Kemah Literasi ini digelar di kawasan hutan pinus Selow Bissoloro, Kamis-Jumat, 22-23 Juni 2023.

 

Lokasi kegiatan di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, ini berjarak sekira 30 km dari Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bissoloro berada pada ketinggian kurang lebih 1.500 mdpl, dengan pemandangan pegunungan yang indah dan udara yang sejuk.

Rusdin Tompo, penulis dan editor buku, memulai materinya dengan bertanya kepada peserta, apakah ada yang pernah menulis? Rerata peserta mengaku tidak pernah membuat satu tulisan bahkan tidak bisa menulis.

Baca Juga : Setelah Gelar Senja di Pantai Losari, Satupena Sulawesi Selatan Akan Terbitkan Buku

Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan itu, mengingatkan jangan sampai kita mengalami mental block. Yakni bentuk ketidakyakinan pada diri yang berasal dari pikiran bawah sadah bahwa memang kita tidak bisa menulis hanya lantaran belum pernah mencobanya.

 

Dia lalu berbagi pengalaman dan tips praktis menulis. Dia memotivasi peserta Kemah Literasi agar menulis tentang apa yang mau dikatakan bukan apa yang dipikirkan. Mirip kalau kita mau memulai percakapan, kita langsung menyampaikan apa yang mau dikemukakan. Setelah diberi motivasi dan tips bagaimana mengembangkan ide menulis, peserta mampu menghasilkan tulisan.

Peserta Kemah Literasi ini merupakan para remaja dari Dusun Borong Buah. Ahmad Fikril Amiq, Duta Literasi Rannaloe 2023, mengungkapkan, para remaja ini memang paling antusias kalau ada kegiatan.

Baca Juga : Senja di Pantai Pantai Losari, Agenda Kolaborasi Sejumlah Pegiat Literasi

Bahkan kalau ada kunjungan dari mahasiswa asal Makassar, selalu diarahkan ke Borong Buah. Binaan TBM Panrita mencakup empat dusun, yakni dusun Borong Buah, Tangkala, Bulo-Bulo, dan Rannaloe.

Melati, fasilitator pendidikan SLI Dompet Dhuafa, mengatakan bahwa Kemah Literasi ini merupakan pelaksanaan program kerja (proker) Durasi yang dilakukan diluar Rannaloe. Tujuannya untuk membangun bonding dan solidaritas antar pengurus serta sebagai wadah aktualisasi diri.

Selain Rusdin Tompo, narasumber kegiatan ini adalah Kak Mangga dan Muh Saleh Dg Lewa. Pengurus inti TBM Panrita Lestari hadir dalam acara ini. Mereka adalah Alimudding Dg Kawang (Ketua TBM), Muh Saleh Dg Lewa (Sekretaris TBM) dan Nurwahida (Bendahara TBM).

Baca Juga : Satupena Sulawesi Selatan Bakal Terbitkan Buku Bersama

Selain itu, hadir pula Rahmawati, Sunarti (Divisi Pendidikan/pembina Durasi), Abd Rahman (Ketua Panitia), Muh Fikril Amiq (pembina Durasi), dan Ahmad Sofyan Dg Nojeng (Koordinator Divisi Sarana Prasarana). Ikut pula Baharuddin (Ketua Durasi), Salmawati (Sekretaris Durasi) dan Nur Ilmu (Bendahara). [

BERITA TERKAIT