Selasa, 28 Februari 2023 18:38
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat menerima Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).
Editor : Redaksi

BANTAENG -- Kabupaten Bantaeng kembali meraih piala Adipura tahun ini. Piala Adipura ini adalah piala ke-9 yang diterima Kabupaten Bantaeng secara berturut-turut.

 

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin menerima langsung piala Adipura ini di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (28/2). Piala Adipura Kategori Kota Kecil itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan didampingi oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan bahan Berbahaya dan beracun (PSLB3).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng, Nasir Awing mengatakan, piala itu adalah piala yang diterima Bantaeng secara berturut-turut. Dia menyebut, pada 2020 dan 2021, Kementerian Lingkungan Hidup tidak melakukan penilaian Adipura karena Pandemi Covid-19.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Sulsel

Pada 2022, kata Nasir, Kementerian Lingkungan Hidup akhirnya melakukan penilaian kembali. Hanya saja, model penilaian Adipura ini berubah.

 

"Penilaian Adipura ini berubah 100 persen. Sangat detail penilaiannya," kata dia.

Nasir menyebut, penilaian Adipura tahun ini sangat ketat. Tidak hanya menilai soal kebersihan kota saja, melainkan juga terkait dengan kinerja pemerintah daerah untuk mengelola sampah.

Baca Juga : Dukung Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional, Bupati Bantaeng Hadiri PSBM XXVI

"Meski format penilaiannya berubah, kita tetap berhasil meraih piala ini," kata Nasir Awing.

Dia mengatakan, salah satu indikator penunjang piala Adipura ini adalah adanya program kampung iklim (Proklim). Dia menyebut, Proklim ini berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim. Mitigasi bisa dilakukan dengan pengelolaan sampah dan limbah, khususnya menurunkan emisi gas metana. Serta pengelolaan bangunan dan lingkungan hemat energi. Sedangkan adaptasi dengan mengaktifkan gerakan hemat air dan penanganan sistem drainase yang mempu mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Dia menambahkan, ada tiga desa yang memiliki program kampung iklim ini. Ketiganya adalah Desa Bonto Jai, Desa Kaloling dan Desa Mamampang. Desa Bonto Jai bahkan masuk dalam Proklim kategori Utama, sedangkan dua desa lainnya masuk kategori Proklim kategori Madya.

Baca Juga : Rayakan Idul Fitri Bersama Masyarakat, Bupati Bantaeng Sampaikan Capaian dan Harapan untuk Daerah

"Ketiga desa ini menjadi salah satu indikator penunjang sehingga kita bisa meraih Piala Adipura ini," jelas Nasir.

Dia menambahkan, pemerintah Kabupaten Bantaeng berencana melakukan replikasi terhadap tiga desa ini. "Kita akan perluas Proklim ini di desa lainnya di Bantaeng," jelas dia.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah berkomitmen untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat di Bantaeng. Dia atas nama pemerintah Kabupaten Bantaeng juga berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga Bantaeng bisa mempertahankan piala Adipura ini.

Baca Juga : Ditutup Bupati Bantaeng, Omzet Ramadan Bangkit 2026 Capai Rp2 Miliar

"Ini berkat kebersamaan yang telah kita bangun. Kita akan tetap bersama-sama menjaga dan memelihara apa yang telah baik di Bantaeng," kata dia.