Senin, 23 Januari 2023 16:25
Perdana Menteri Swedia yang baru terpilih Ulf Kristersson. (Photo by JONATHAN NACKSTRAND/AFP via Getty Images)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM - Aksi pembakaran Al Quran di Stockholm yang dilakukan oleh politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan di Stockholm pada Sabtu (21/1) menjadi sorotan.

 

Aksi tersebut bahkan mengundang komentar dari Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Menurutnya, aksi membakar Alquran tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak sopan.

"Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi. Tapi apa yang legal, belum tentu sesuai. Membakar buku yang suci bagi banyak orang adalah tindakan yang sangat tidak sopan," kata Ulf Kristersson, dilansir dari AFP, Senin (23/1).

Baca Juga : Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 28.000 Orang

Atas kejadian tersebut, Ulf Kristersson menyampaikan rasa simpatinya kepada seluruh ummat muslim yang tersinggung.

 

"Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm hari ini," tambahnya.

Rasmus Paludan membakar salinan kitab suci umat Islam di depan kedutaan Turki di ibukota Swedia.

Baca Juga : Kesaksian Korban Selamat Gempa Turki-Suriah: "Kami Pikir itu Kiamat"

Aksi tersebut meningkatkan ketegangan antara Swedia dengan Turki ketika negara Nordik mencoba meyakinkan Turki untuk menyetujui Swedia dan Finlandia bergabung dengan aliansi militer NATO.

Tawaran Swedia terhenti di tengah tuntutan Ankara agar Stockholm menyerahkan aktivis Kurdi dan mencegah demonstrasi yang menyerang kepemimpinan Turki.

Buntut dari peristiwa itu, Ankara kemudian membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia dan memanggil Duta Besar Stockholm. Mereka marah lantaran Paludan diizinkan oleh polisi Swedia untuk melakukan protes.

Baca Juga : Putin Persilahkan Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Tapi Ingatkan Hal Ini!

Aksi pembakaran Alquran itu juga memancing amarah negara-negara islam.
Maroko mengaku heran pihak berwenang mengizinkan aksi itu digelar di depan aparat Swedia.

Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Dewan Kerjasama Teluk dan Organisasi Kerjasama Islam pun mengutuk peristiwa tersebut.

Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di depan konsulat Swedia di Istanbul, tempat mereka membakar bendera Swedia dan meminta Turki memutuskan hubungan diplomatik dengan Stockholm, Sabtu (21/1) malam.

Baca Juga : Turki Resmi Berganti Nama

Seorang aktivis Swedia-Denmark Paludan yang telah dihukum karena pelecehan rasis, memprovokasi kerusuhan di Swedia tahun lalu ketika dia melakukan tur keliling negara dan membakar salinan Alquran di depan umum.

Sumber: cnnindonesia.com