Kamis, 05 Januari 2023 20:37
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penumpang diminta waspada terhadap cuaca ekstrem. (Foto: Pelindo Regional 4 Makassar)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar meminta kepada seluruh manajemen dan penumpang kapal di Pelabuhan Makassar untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem.

 

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar, Suhadi Hamid, mengatakan saat ini masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut, khususnya yang melalui Pelabuhan Makassar, jumlahnya masih cukup tinggi usai liburan Natal dan tahun baru (Nataru).

“Saat ini khusus di Pelabuhan Makassar masih cukup ramai, terutama oleh para pemudik yang baru selesai libur Nataru. Melihat kondisi cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini, saya mengimbau kepada seluruh penumpang kapal untuk waspada dan juga selalu memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” kata Suhadi dalam keterangannya, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga : Arus Penumpang, Barang, dan Kapal Pelabuhan Makassar Melonjak di Semester I 2023

“Bagi petugas di lapangan, saya juga mengimbau agar terus siaga dan waspada terhadap kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem. Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) terutama jika sedang bertugas,” ucapnya.

 

Selain itu, kata dia, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, PT Pelayaran Indonesia (Pelni), Kantor Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, dan Badan SAR Nasional atau Basarnas, untuk bersama-sama mengantispasi kondisi atau situasi yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, ada penyampaian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca ekstrem kali ini, salah satunya ditandai dengan tingginya curah hujan.

Baca Juga : Pelindo Siapkan Mudik Gratis Makassar-Palopo dan Makassar-Bulukumba, Ini Link Pendaftarannya

BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai dampak dari potensi cuaca ekstrem ini, yaitu hidrometeorologis. Hidrometeorologis adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

Dalam rilisnya, BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem, yakni hujan lebat berpotensi akan menerjang wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) selama sepekan.

“Prakiraan tanggal 3-9 Januari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung pada dini hari sampai pagi hari berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga : Arus Mudik Lebaran Tahun 2023 Diprediksi Naik Sebesar 5 Persen, Ini yang Akan Dilakukan Pelindo Regional IV untuk Antisipasi Kenaikan Tersebut

Irwan menjelaskan, pemicu cuaca ekstrem, yaitu dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di Sulsel. Ex-Siklon tropis Ellie terpantau masih berada di Australia bagian barat, mampu meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sepanjang daerah menuju pusat tekanan.

“Terdapat pertemuan arus angin (konvergensi) di sekitar Sulawesi Selatan menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Model cuaca menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 700 mb dalam kondisi basah berkisar 70-100 persen,” urai Irwan.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan tengah. BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang di Sulsel bagian barat dan selatan.

Baca Juga : Pelni Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Makassar 7-8 Mei

“Masyarakat diimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan,” imbuhnya.