RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala BKD Sulsel, Imran Jauzi menegaskan keterlambatan tambahan penghasilan pegawai (TPP) pada ASN Pemprov Sulsel dikarenakan membutuhkan penyesuaian dengan sistem baru.
“Jadi keterlambatan pencairan TPP itu dikarenakan faktor adanya penyesuaian dengan sistem baru. Jadi ASN masih menyesuaikan dengan sistem yang baru,” kata Imran pada Jumat (17/6/2022).
Adapun perubahan sistem baru, diantaranya perubahan aplikasi e-kinerja dalam penilaian sikap perilaku. “Selain itu, adanya sistem baru, dimana secara berkala, harus dilaporkan kinerja ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam Laporan kinerja secara elektronik atau E-Lapkin,” jelasnya.
Baca Juga : Partai Buruh se Sulawesi Selatan Akan Aksi di Makassar Pada Hari Kamis
Mengenai syarat pemenuhan vaksin booster, kata Imran Jausi, bahwa itu bersifat imbauan. “Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita tentu wajib menjadi contoh bagi masyarakat. Pemerintah menghimbau warga untuk vaksin, jadi kita dari Pemerintahan perlu menjadi contoh bagi masyarakat tentang kepatuhan dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Namun itu tidak wajib, jika tidak bisa vaksin, bbisa melampirkan surat keterangan dokter. Jadi tidak benar, jika karena vaksin itu TPP lambat cair, padahal itu karena sistem baru,” tuturnya.
“Jadi perlu penyesuaian dengan sistem baru. Karena ada keterlambatan pada proses penginputan dan verifikasi. Sampai saat ini, sudah 19 OPD yang telah cair TPP April, dan sementara proses untuk TPP bulan Mei,” tuturnya.
BERITA TERKAIT
-
Spanduk Bertuliskan TOLAK KEDATANGAN MENTAN PERUSAK LINGKUNGAN Tak Ganggu Kehadiran Amran Sulaiman di Unismuh Makassar
-
Spanduk Bertuliskan TOLAK KEDATANGAN MENTAN PERUSAK LINGKUNGAN Terpampang Depan Unismuh Makassar
-
Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami Makassar Gelar Haul ke-22 Jenderal M. Jusuf
-
Kapolda dan Gubernur Sulsel Lepas Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026