RAKYATKU.COM, GOWA - Sekolah Digital Marketing Gowa dan Frame Indonesia Group menggelar pembekalan, bimbingan teknis (bimtek), dan pra-asesmen ujian sertifikasi kompetensi digital marketing Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut digelar selama via daring lewat aplikasi Zoom pada Maret hingga April, beberapa waktu lalu.
Turut hadir dalam kegiatan itu di antaranya, Faqih Faturrachman (Founder Frame Indonesia Group/Sekolah Digital Marketing Gowa), Dwi Putri Rahayu (Lembaga Sertifikasi Profesi Retail Indonesia), Imas Septiana (Manager Sertifikasi), dan Jayadi (asesor, dosen Politeknik Ujung Pandang).
Founder Frame Indonesia Group dan Sekolah Digital Marketing Gowa, Faqih Faturrachman, mengatakan di Sulsel sebenarnya sudah banyak masyarakat yang berprofesi sebagai digital marketer.
Namun, kata Faqih, banyak di antara mereka yang belum mendapat sertifikasi resmi dari pemerintah.
"Maka lewat kegiatan ini, profesi digital marketer bisa menjadi lebih profesional dan bersaing di dunia kerja," ujar Faqih Faturrachman kepada wartawan, Kamis (5/5/2022).
"Alhamdulillah selama sebulan 25 Maret-25 April 2022 terselenggara pra-asesmen, pembekalan, dan bimbingan teknis untuk mengikuti ujian kompetensi BNSP," tambahnya.
Rencananya, setelah Lebaran Idulfitri pada pertengahan Mei ini pihaknya kembali akan melaksanakan ujian kompetensi serupa.
"Jadi kami masih membuka kesempatan untuk siapa saja baik business owner ataupun karyawan perusahaan yang skilln-ya di digital marketing dan ingin mendapatkan sertifikasi secara resmi dari pemerintah (BNSP) silakan hubungi kontak di akun Instagram @sekolahdigitalmarketinggowa," jelasnya.
Lebih lanjut, Faqih Faturrachman berharap dengan dibukanya kerja sama antara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Retail Indonesia yang mengeluarkan sertifikasi BNSP ini dan menunjuk langsung Sekolah Digital Marketing Gowa dan Frame Indoenesia Group sebagai Tempat Ujian Kompetensi (TUK) bisa bermanfaat dengan sebaik-baiknya.
"Karena ke depannya era digitalisasi akan semakin meluas dan masif dibutuhkan di dunia kerja," tuturnya. (*)