Selasa, 22 Maret 2022 00:02
Orang tua tidak cukup biaya, balita di Kampung Taring, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan butuh uluran tangan pemerintah.
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, GOWA - Tim medis dari Puskesmas Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendatangi Andini. Anak usia kurang lebih 4 tahun tersebut mengalami pembesaran di kepala.

 

"Iye tadi ada datang bidan dua orang bersama istrinya pak desa Taring, na foto-ja juga," ujar Ani ibu Andini, Senin (21/3/2022).

Ani menyebut, jika Andini dibawa berobat di rumah sakit entah dari mana mengambil biaya jika harus bermalam-malam di rumah sakit.

Baca Juga : Asmo Sulsel Edukasi Orang Tua SMAN 20 Gowa, Ajak Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara #Cari_Aman

"Ibu desa bilang mau dibawa ke Makassar berobat, tapi saya terkendala biaya kalau berada di rumah sakit berhari-hari," terangnya

 

Sementara itu, Kepala Desa Taring, Muh Azis mengatakan akan segera membawa Andini ke Makassar untuk berobat.

"Besok saya akan bawa untuk berobat ke Makassar, " kata Azis.

Baca Juga : Hari Anak Nasional, Astra Motor Sulsel Tanamkan Budaya #Cari_Aman Sejak Usia Dini kepada Puluhan Siswa TK di Gowa

Ketua Bidang Divisi Pidana YLBH-KENUSTRA Cabang Jeneponto, Samsul mengapresiasi Kepala Desa Taring, Azis yang merespon cepat warganya yang sakit.

"Tadi saya temui pak Desa di Puskesmas Tolo dia akan bawa (Andini) ke kerumah sakit untuk berobat di Makassar," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, balita dari warga kurang mampu pasangan suami istri (Pasutri) Basri-Ani mengalami pembesaran kepala dan kebutaan. Andini menderita penyakit sejak lahir.

Baca Juga : Astra Motor Sulsel dan Polres Gowa Edukasi Safety Riding kepada Siswa Baru SMAN 22 Gowa

Orang tua yang bekerja sebagai buruh harian dan petani kebun tak punya cukup biaya untuk pengobatan Andini.

Rumah yang ditinggali pun hanya berdinding anyaman bambu (Gamacca) di Kampung Taring, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Anak saya ini (Andini) sudah pernah di lakukan Penanganan medis di rumah sakit Wahidin Makassar. Saya tidak bawa lagi kerumah sakit karena faktor biaya. Makan saja sangat susah. Kepalanya infeksi dan mengalami kebutaan, katanya kurang gizi dalam kandungan," ujar Ani kepada Wartawan, Senin (21/3/2022).

Baca Juga : Pegadaian Tanam Investasi Masa Depan Lewat Program Gold Generation di Gowa

Dia berharap ukuran tangan pemerintah untuk biaya pengobatan. Andini hanya dapat berbaring di tempat tidur dan dibopong serta dipangku.

"Sudah berusia kurang lebih 4 tahun tapi anak kedua saya tidak bisa jalan. Saya berharap bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan," sebutnya

 

Penulis : Samsul Lallo