RAKYATKU.COM, GOWA -- Warga kurang mampu (miskin) anak balita dari pasangan suami istri (Pasutri) Ani-Basri mengalami pembesaran kepala dan infeksi. Dia bernama Andini (4) berjenis kelamin perempuan, menderita penyakit sejak lahir.
Andini diduga mengalami penyakit pembesaran dikepala dan mengalami kebutaan. Kedua orang tuanya seorang buruh harian dan petani kebun sebagai penyambung hidupnya. Namun sudah tak punya biaya pengobatan untuk anaknya.
Bersama keluarganya, hidup disebuah rumah yang berdinding anyaman bambu (gamacca) dia mengasuh kedua anaknya Ana (13) dan Andini (4), tepatnya di Kampung Taring, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Penuhi Janji, Indosat Capai 100 Persen Coverage 5G di Makassar dan Luncurkan HiFi Air Unlimited
"Anak saya ini (Andini) sudah pernah di lakukan Penanganan medis di rumah sakit Wahidin Makassar. Saya tidak bawa lagi kerumah sakit karena faktor biaya, makan saja sangat susah. Kepalanya infeksi dan mengalami kebutaan, katanya kurang gizi dalam kandungan," ujar Ani, Minggu (20/3/2022).
Dia berharap, agar bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, maupun bantuan dari Provinsi Sulsel, untuk biaya pengobatan anaknya tersebut. Andini hanya dapat berbaring ditempat tidur dan dibopong serta dipangku.
"Sudah berusia kurang lebih 4 tahun anak kedua saya dan tidak bisa jalan. Saya berharap bantuan untuk biaya pengobatan anak-ku, baik dari Pemkab Gowa maupun dari Pemprov Sulsel. Iya, kalau ada biaya, kita akan bawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan operasi lagi," sebutnya. (*)!
BERITA TERKAIT
-
Tekan Risiko Kecelakaan Pekerja Pabrik, Asmo Sulsel Bekali 40 Karyawan Jordan Bakery Gowa Edukasi Safety Riding
-
Sinergi Pertamina dan Pemda Berbuah Hasil, Penyaluran BBM di Aglomerasi Maminasata Makin Kondusif
-
Lancar Tanpa Antrean Panjang, Penyaluran BBM di Gowa, Takalar, dan Maros Terpantau Kondusif
-
Gubernur Harap Dukung Maksimal, Paket Pembangunan Bendungan Jenelata Gowa Senilai Rp4,15 Triliun