Kamis, 17 Maret 2022 10:48
Bendera Rusia dicopot dari markas Dewan Eropa. Itu menandakan Rusia resmi keluar Dewan Eropa pada Rabu (16/3). Foto: (AFP/PATRICK HERTZOG)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM - Lebih dari seperempat abad bergabung dalam Dewan Eropa sejak 28 Februari 1996, Rusia akhirnya memutuskan keluar. Rusia secara resmi berhenti sebagai anggota Dewan Eropa pada Rabu (16/3).

 

Dewan Eropa mengonfirmasi hal itu lewat komite menteri, bagian yang bertanggung jawab membuat keputusan utama badan tersebut.

"Federasi Rusia berhenti menjadi anggota Dewan Eropa mulai hari ini, setelah 26 tahun keanggotaan," keputusan komite, seperti diberitakan AFP pada Kamis (17/3).

Baca Juga : AS Kirim VAMPIRE ke Ukraina 

Keputusan keluar itu diresmikan melalui simbolis penurunan dan pencopotan bendera Rusia di luar markas Dewan Eropa, Strasbourg, Prancis Timur, sekitar pukul 14.30 waktu setempat. 46 bendera negara anggota lainnya masih berkibar.

 

Keputusan Rusia untuk keluar Dewan Eropa diumumkan pada Selasa (16/3). Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan sedang menyiapkan prosedur keluar dari Dewan Eropa. Mereka juga mengatakan telah memberi tahu rencana itu kepada Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Marija Pejcinovic Buric.

Pihak Rusia menilai negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO telah membuat organisasi tersebut menjadi instrumen kebijakan anti-Rusia. Kemlu Rusia pun menyatakan pihaknya tidak menyesal pergi dari Dewan Eropa.

Baca Juga : Penembakan Massal Terjadi di Berbagai Kota AS, Lebih dari 12 Orang Tewas

Gerakan yang disebut sebagai Ruxit ini membuat Rusia tidak akan bisa lagi ikut menandatangani Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia. Warga Rusia juga tidak akan lagi dapat mengajukan aplikasi ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR).

"Pemerintah Rusia merampas hak rakyat Rusia dari manfaat sistem perlindungan hak asasi manusia paling maju di dunia," pernyataan pemimpin Dewan Eropa terkait keputusan Rusia.

Selain Rusia, Yunani merupakan negara pertama yang mengumumkan keluar dari Dewan Eropa pada akhir 1960-an.

Baca Juga : Presiden Ukraina Zelensky Akan Hadiri KTT G7 di Hiroshima

Sumber : CNN