Kamis, 10 Maret 2022 09:43
Nasser Al Khelaifi. (Foto: PSG Talk)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al Khelaifi, kesal betul usai timnya kalah dari Real Madrid sekaligus tersingkir dari persaingan Liga Champions. Ia sampai-sampai mengucap kalimat ancaman pembunuhan kepada staf tim lawan.

 

PSG yang datang dengan keunggulan 1-0 pada leg pertama bertandang ke markas Los Blancos di Santiago Bernabeu untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (10/3/2022) dini hari waktu Indonesia.

Tim tamu unggul lebih dahulu di babak pertama lewat gol Kylian Mbappe. Namun, Madrid membuat gol balasan di babak kedua dan berbalik unggul 3-1.

Baca Juga : Presiden PSG: Mbappé Harus Menandatangani Kontrak Baru Jika Ingin Bertahan di Klub

Hasil itu tidak membuat Al Khelaifi sangat kecewa. Ia menilai wasit asal Belanda, Danny Makkelie, yang memimpin laga memberikan keputusan kontroversial saat Karim Benzema berduel dengan kiper Gianluigi Donnarumma pada menit ke-61.

 

Insiden itu jadi awal gol penyeimbang Madrid hingga akhirnya menang 3-1. Usai laga Al Khelaifi dan Direktur Olahraga PSG, Leonardo, mendatangi wasit ke ruang ganti.

Dikutip dari media Spanyol, OKdiario, Al Khelaifi dilaporkan berteriak dan bersiap menyerang wasit saat di lorong. Itu ditegaskan kesaksian sejumlah orang.

Baca Juga : Real Madrid Resmi Umumkan Kepergian Benzema

Seorang staf Madrid merekam aksi Al Khelaifi itu. Sorotan itu membuat bos PSG tersebut kehilangan akal hingga akhirnya berteriak, "Saya akan membunuhmu."

Pengawal Al Khelaifi sendiri disebut harus sang bos ke ruang ganti PSG guna menghindari insiden lain. Dikutip dari Sport, perilaku Al Khelaifi itu akan dilaporkan kepada UEFA. (*)