Rabu, 23 Februari 2022 11:52
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. (Foto: Dok. Biro HUmas Kementerian Perdagangan)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Pemerintah segera mengatur harga acuan tahu dan tempe untuk menjaga kestabilan harga di pasaran menyusul kenaikan harga kedelai impor.

 

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, dalam kunjungan ke Yogyakarta, Selasa (22/2/2022).

"Apa yang kami kerjakan, kami menjembatani antara pengrajin dan penjual tempe di pasar dengan menentukan harga acuan daripada tahu dan tempe. Ini akan segara kami keluarkan," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, harga kedelai saat ini memang tinggi. Namun, kata dia, sebetulnya masih lebih rendah dibandingkan harga pada Mei 2021.

 

"Sekarang ini harganya 15,86 dolar AS segatangnya atau setara dengan Rp11.500 sampai di pengrajin, jadi harganya memang tinggi. Tapi, waktu itu sempat lebih mahal, sempat Rp12.000 pada saat itu," kata dia.

Lutfi menyadari, tingginya harga kedelai telah memicu pengrajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok berproduksi. Kendati demikian, kata dia, tidak semua pengrajin mengikuti aksi itu.

"Mereka masih ramai tidak semuanya setuju (aksi mogok). Jadi antara satu asosiasi di satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda," kata dia.

Lutfi menuturkan, harga kedelai telah diatur secara internasional karena merupakan salah satu komoditas yang tinggi di level internasional.

Saat ini Indonesia masih memiliki stok kedelai mencapai 300 ribu ton sehingga diperkirakan masih bisa memenuhi kebutuhan selama dua bulan ke depan. (*)

Sumber: Antara

TAG

BERITA TERKAIT