Rabu, 23 Februari 2022 00:03
Tiga pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis EMB-314 Super Tucano dari Skuadron Lapangan Udara Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur tiba di Lanud Anang Busra, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (22/2/2022). ANTARA/HO-Lanud Anang Busra, Tarakan.
Editor : Syukur Nutu

Baca Juga : Bupati Luwu Utara Sebut TNI Selalu Hadir dengan Karya Nyata

 

 

RAKYATKU.COM, TARAKAN - Tiga pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis EMB-314 Super Tucano tiba di Lanud Anang Busra, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa 22/2/2022.

Ketiga pesawat tempur itu dari Skuadron Lapangan Udara Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur

Baca Juga : Optimalisasi Lahan di Lampung, Kementan-TNI Terjun ke Lapangan Setiap Hari

"Kehadiran tiga pesawat tempur ke Lanud Anang Busra dalam rangka kegiatan operasi rutin di wilayah Ambalat," kata Komandan Lanud Anang Busra, Kolonel Pnb Toto Ginanto, seperti dikutip dari Antara.

 

Ia menambah, TNI AU mempunyai operasi rutin melaksanakan operasi di wilayah Ambalat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Dimana operasi ini tidak hanya melibatkan TNI AU.

Dia mengatakan aktivitas rutin di Ambalat adalah pintu masuknya alur laut kepulauan Indonesia tentunya harus dimonitor pergerakannya secara terus-menerus.

Baca Juga : KALLA Bersama TNI Gelar Simulasi Tindakan Penyelamatan Sandera di Wisma Kalla Office Building

"Operasi ini adalah operasi gabungan jadi bukan hanya TNI AU sendiri, tapi juga operasi yang dilaksanakan secara bersama dengan TNI AL dalam hal ini Pangkoarmada II," kata Toto.

Namun untuk satgasud komandan satuan tugas udara berada di bawah Komandan Lanud Hasanuddin, Makassar.

Selain itu, ada juga helikopter Super Puma Nas-332/H-3211 yang juga bersiaga di Lanud Anang Busra serta ada dua KRI yang ada di perairan Ambalat sejak Januari 2022.

Baca Juga : TNI dan Polri Wajib Lapor Harta Kekayaan

Operasi yang dilaksanakan di wilayah Ambalat ini bukan suatu hal yang luar biasa hanya kegiatan rutin setiap tahun. Kegiatan operasi sampai hari Jumat (25/2).

Pesawat tempur milik TNI AU ini akan menyebar juga ke lanud yang lain yang akan mendukung operasi TNI.

"Antisipasinya tentu sifatnya menjaga dari berbagai macam ancaman. Untuk pelanggaran sampai saat ini tidak ada terjadi," kata Toto.

Baca Juga : Bupati Luwu Utara Sebut TNI Selalu Hadir dengan Karya Nyata