Minggu, 20 Februari 2022 15:05
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Makassar untuk pengelolaan zakat yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

 

Kerja sama ini sebagai tidak lanjut dari Instruksi Wali Kota Makasar Moh. Ramdhan Pomanto tentang zakat bagi ASN muslim lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

MoU itu diteken Ketua Baznas Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, H.Muhyiddin di sela-sela Sosialisasi Pengelolaan Zakat dan Instruksi Wali Kota Makassar No.400/119/KESRA/I/2022 tentang Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sadakah (ZIS), Kamis, (17/2/ 2022).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Serahkan Zakat Lewat Baznas pada Gerakan Salat Subuh Berjemaah

Muhyiddin mengemukakan, dirinya dan seluruh jajaran dinas yang dipimpinnya, menyambut baik instruksi Wali Kota Makassar tersebut. Pada dasarnya, seluruh ASN lingkup dinas yang dipimpinnya tentunya mengerti maksud baik, menjadikan Makassar sebagai kota zakat.

 

“Saya juga pernah bekerja di BAZ sekarang Baznas. Makanya, saya mengerti betul kerja kerja Baznas. Dan saya saluti Baznas saat ini, yang bekerja sangat maksimal. Seluruh komisioner Baznas Makassar saat ini orang-orang muda, sehingga mereka lebih gesit, dan punya gagasan- gasasan yang lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Muhyiddin juga menyebut, dengan berzakat, maka selain dapat mensucikan seluruh harta atau pendapatan, juga mendapat amal. Dan yang penting, zakat diserahkan tersebut dapat membantu kaum muslim yang kebanyakan masih hidup dalam ketidakmampuan ekonomi.

Baca Juga : Makassar Salat Subuh Berjemaah, Baznas Beri Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Mantan Plt Kadis Sosial Kota Makassar ini mengaku bangga kepada Baznas lantaran, salah satu programnya adalah memberikan beasiswa bagi 1000 siswa.

“Kami berterima kasih kepada Baznas karena, tahun ini bakalan memberikan beasiswa yang begitu banyak kepada anak didik kita. Tentunya, program Baznas ini juga sangat membantu Disdik Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, dihadapan peserta yang terdiri dari kepala kepala sekolah, Ashar Tamanggong menyebutkan, dengan jumlah ASN di Disdik Kota Makassar yang begitu besar, maka dirinya meyakini, gagasan Wali Kota Makassar, dan lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini menyangkut Makassar Kota Zakat segera terpenuhi.

Baca Juga : 15 Pelajar dan Guru Berprestasi Dapat Bantuan Uang Tunai Beasiswa dari UPZ BAZNAS Pemprov Sulsel

Hanya saja, demikian Ashar menyebut untuk menuju ke kota zakat itu, salah satu syaratnya adalah, seluruh ASN di Makassar harus berzakat.

"Jadi, zakat itu bukan hanya menjelang Ramadhan saja, melainkan setiap saat, atau ketika penerimaan gaji. Besaran zakat setiap orang adalah 2,5 persen dari pendapatan," kata Ashar.

Hadir juga dalam kegiatan ini para komisioner Baznas Makassar diantaranya Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan H.Waspada Santing dan juga para pengurus Baznas Makassar.